kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Kata Dirjen EBTKE soal rencana IPO Pertamina Geothermal dan holding panas bumi


Rabu, 17 Februari 2021 / 15:52 WIB
Kata Dirjen EBTKE soal rencana IPO Pertamina Geothermal dan holding panas bumi
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung yang dioperasikan Pertamina Geothermal Energy.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

"Investasi di renewable energy ini membutuhkan alokasi capex yang luar biasa besar. Sehingga langkah Pertamina ini saya anggap sudah tepat," jelas Toto.

Lebih lanjut, Toto menilai berpandangan bahwa holding panas bumi BUMN bisa memberikan value creation dan efisiensi operasional (cost reduction program) yang lebih besar. Termasuk potensi membesarkan sales ke PT PLN (Persero) dengan jaringan yang lebih terintegrasi.

"Apabila (PGE) sudah Tbk (terdaftar di bursa saham) lebih dulu, langkah penggabungan tetap bisa dilakukan dengan melihat cases BRIS (Bank Syariah) saat melakukan merger," sebut Toto.

Baca Juga: Pertamina International Shipping dinilai layak untuk melantai di bursa saham

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa juga menilai bahwa konsolidasi BUMN panas bumi memiliki nilai strategis. Dari sisi aset dan sumber daya, saat ini PGE memang memiliki kapasitas terbesar.

Konsolidasi bisa dilakukan dengan Geo Dipa dan PLN Geothermal. Konsolidasi ketiga perusahaan ini, kata Fabby, bisa meningkatkan penguatan sumber daya manusia, kapasitas kemampuan modal (capital), dan aset sumberdaya panas bumi.

"Diharapkan dengan konsolidasi ini, eksplorasi bisa ditingkatkan. Demikian juga dengan pengembangan area panas bumi, serta bargaining position energi panas bumi di PLN," ungkap Fabby.

Sayangnya hingga tulisan ini dibuat,   SVP Corporate Communication and Investor Relation Pertamina Agus Suprijanto belum memberikan konfirmasi atas wacana tersebut. Begitu juga dengan Corporate Secretary PGE Mindaryoko belum menjawab permintaan konfirmasi dari Kontan.co.id.

Selanjutnya: Begini ambisi BUMN untuk membangun ekosistem industri baterai mobil listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×