kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kata ESDM perihal jatuhnya harga nikel


Minggu, 09 Juli 2017 / 17:23 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa ambruknya harga nikel bukan diakibatkan karena dibukanya keran ekspor. Karena sebelum dibuka harga nikel sudah cenderung fluktuatif.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Susigit mengatakan bahwa pihaknya tidak dalam kapasitas menjaga harga. Pasalnya, sebelum ekspor ore nikel dibuka harga juga sudah cenderung fluktuatif.

"Karena nikel kan bisa dari China dan Fillipina. Jadi kita belum keluarkan ekspor saja harga sudah fluktuatif," terangnya kepada KONTAN, Minggu (9/7).

Ia juga mengatakan kegiatan ekspor mineral sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 01/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Dengan kewajiban, perusahaan yang ekspor wajib membangun smelter dan membayar bea keluar.

Asal tahu saja, Kementerian ESDM pada pekan lalu telah memberikan rekomendasi ekspor ore nikel sebanyak 2,3 juta ton kepada PT Ceria Nugraha Indotama.

"Mereka berkomitmen membangun smelter dengan kapasitas 5 juta ton. Dan membayar bea keluar 10%. Kalau dalam enam bulan tidak ada progres ya izin ekspornya di stop," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×