kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Kebakaran hutan bisa perluas kampanye anti sawit


Selasa, 25 Juni 2013 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nym.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menegaskan bahwa kebakaran hutan di Riau tidak akan mempengaruhi harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) di pasaran.

"Tidak ada pengaruh ke harga. Itu,kan, hubungannya ke supply dan demand," jelas Joko Supriyono, Sekretaris Jenderal Gapki saat jumpa pers di kantornya, Selasa (25/6).

Dia juga bilang, kebakaran hutan di Riau sampai saat ini belum mempengaruhi produksi kelapa sawit. Namun, kebakaran hutan di Riau bisa menciptakan kampanye gerakan anti sawit di dunia semakin meluas.

"Tidak ada kebakaran saja, kampanye anti sawit sudah ada. Apalagi ada kebakaran. Pasti semakin gencar," ujar Joko. Padahal, menurut Joko, bencana kebakaran hutan itu dapat terjadi di negara mana pun, termasuk di Australia dan Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×