kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Kebijakan Trump Dinilai Tak Ganggu Proyek Bisnis Penangkapan Karbon di Indonesia


Kamis, 29 Januari 2026 / 15:22 WIB
Kebijakan Trump Dinilai Tak Ganggu Proyek Bisnis Penangkapan Karbon di Indonesia
ILUSTRASI. Planet Carbon: Perusahaan Rintisan Hijau Baru yang Siap Dukung Indonesia Capai Net Zero Emission (Dok/Freepik.com)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menilai kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menentang agenda transisi energi tidak berdampak pada proyek Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia.

Director of Strategic Development and Operation ICCSC Rizky Muhammad Kahfie mengatakan, meski beberapa negara menghentikan prioritas CCS, hal itu tidak mempengaruhi langkah Indonesia.

“Apa yang terjadi di luar sana, bahkan ada beberapa negara yang memang tidak lagi meletakkan CCS sebagai prioritas mereka, tidak akan berpengaruh terhadap apa yang terjadi di Indonesia,” ujar Rizky dalam peluncuran awal The 4th International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: ESDM Klarifikasi Kabar ExxonMobil Cabut dari Proyek CCS Sunda Asri

Menurut Rizky, pasar proyek CCS Indonesia berbeda dengan negara-negara yang mengurangi fokus pada penangkapan karbon. Target utama proyek CCS nasional adalah negara-negara Asia, termasuk Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, dengan mana Indonesia sudah memiliki persetujuan bilateral terkait kerja sama karbon.

Untuk memperkuat ekosistem CCS, ICCSC bekerja sama dengan On Us Asia menyelenggarakan IICCS Forum 2026. Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah, industri, akademisi, serta mitra regional dan internasional untuk membahas pengembangan CCS nasional dan peluang kerja sama lintas negara.

Rizky optimistis, selama negara-negara Asia masih terdampak perubahan iklim dan memiliki komitmen dekarbonisasi, proyek CCS di Indonesia akan tetap berjalan dan berkembang.

Keputusan Trump sebelumnya diumumkan melalui memorandum presiden pada 7 Januari 2026, yang menyatakan AS akan menarik diri dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional, termasuk kerja sama bidang perubahan iklim, energi, dan lingkungan, dengan alasan bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Selanjutnya: Harga Emas Meroket, Berpotensi Sentuh Rp4,2 Juta pada 2026

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 3 Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Perempatfinal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×