kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kebutuhan sapi kurban tahun ini bakal naik 10%


Minggu, 06 Agustus 2017 / 18:58 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menjamin stok sapi masih aman untuk sambut hari raya Idul Adha.

"Saya menjamin kebutuhan sapi potong untuk kurban melalui penyediaan sapi lokal yang sesuai dengan kriteria hewan kurban," ujar I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal (Dirjen) PKH kepada KONTAN, Jumat (4/8).

Berdasarkan data Ditjen PKH jumlah pemotongan sapi kurban pada tahun 2016 adalah 180.715 ekor. Ketut memperkirakan jumlah pemotongan hewan kurban lebih dari laporan yang masuk ke Ditjen PKH.

Melihat data tersebut, dapat Ditjen PKH memperkirakan kebutuhan sapi untuk hewan kurban tahun 2017 diprediksi sekitar 198.786 ekor sapi atau naik sekitar 10% dari kebutuhan thn 2016. "Jumlah tersebut seluruhnya dapat dipenuhi dari peternak lokal," tegasnya.

Target pemenuhan itu berdasarkan Program Nasional yaitu Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB). SIWAB merupakan upaya Pemerintah memberikan pelayanan gratis terhadap masyarakat pemilik sapi dan kerbau, berupa inseminasi buatan dan pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Berdasarkan data statistik terdapat penurunan produksi daging dari tahun 2016. Produksi daging lokal hingga semester satu 2017 sebesar 179.166 ton sedangkan produksi daging sapi lokal periode yang sama tahun 2016 sebesar 222.046 ton. Ketut beranggapan penurunan itu akibat ada pelarangan pemotongan pada sapi betina produktif.

Ketut menjelaskan kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh tipe hewan dan kreteria hewan yang sesuai dengan kreteria Hewan Kurban. Hewan kurban seperti itu yang tidak bisa diukur dalam aspek herga pasar, karena pembeli melihatnya sebagai persembahan dalam keagamaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×