Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka peluang memproduksi kendaraan double cabin di Indonesia untuk memperbesar pasar ekspor, khususnya ke Australia.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan, peluang tersebut terbuka seiring dorongan pemerintah agar Indonesia dapat meningkatkan ekspor kendaraan, baik dari sisi jumlah, model maupun negara tujuan.
Namun, realisasi produksi double cabin di Indonesia masih membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah. Pasalnya, ekosistem produksi kendaraan jenis tersebut saat ini telah berkembang di Thailand.
"Kalau secara ekonomis sebenarnya secara cost, kalau kita secara cost itu karena udah ada free trade, enggak terlalu beda jauh. Cuman impact terhadap industrialisasi itu mungkin yang perlu dipertimbangkan," kata Nandi usai bertemu Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Kantor Kemenperin, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Toyota Siapkan Model BEV Baru yang Lebih Sesuai Indonesia
Menurut Nandi, pemindahan produksi double cabin dari Thailand ke Indonesia juga berkaitan dengan alokasi produksi yang membutuhkan persetujuan dari kantor pusat Toyota.
"Kalau dari headquarter melihat kan cost-nya enggak beda jauh sehingga perlu ada kebijakan pendukung yang mendorong itu," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mendorong Toyota meningkatkan ekspor kendaraan dari Indonesia. Salah satu pasar yang dinilai masih potensial adalah Australia.
Menurut Sarmuji, Australia masih banyak memperoleh pasokan kendaraan double cabin dari negara tetangga Indonesia, Thailand. Padahal, Indonesia memiliki kedekatan geografis serta perjanjian perdagangan dengan Australia.
Baca Juga: Toyota Minta Stimulus Pemerintah Demi Dongkrak Daya Beli Mobil Baru
Sarmuji pun mendorong agar Toyota mempertimbangkan produksi kendaraan double cabin di Indonesia sehingga peluang ekspor ke Australia dapat dimanfaatkan lebih optimal.
Dari sisi pasar domestik, TMMIN menyebut pasar double cabin tahun ini masih tumbuh. Pertumbuhan terutama didorong oleh permintaan dari sektor pertambangan dan perkebunan.
Nandi menilai, jika ekosistem produksi double cabin dapat dibangun di Indonesia, kebijakan pemerintah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap industrialisasi secara keseluruhan, bukan hanya perhitungan biaya produksi.
Baca Juga: Ekspor CBU Indonesia Turun 2,7%, Toyota Masih Terbesar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














