kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Kelola Mahakam, Pertamina tetap gandeng Total E&P?


Rabu, 25 Februari 2015 / 15:08 WIB
ILUSTRASI. Gejala kanker prostat.


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengisyaratkan bahwa PT Pertamina (Persero) tidak akan mengelola Blok Mahakam 100%. Pasalnya, Pertamina diminta tetap menggandeng operator sebelumnya. Yakni, Total E&P Indonesie dan pemerintah daerah Kalimantan Timur.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan, akan ada opsi dimana Pertamina jadi mayoritas dan operator. Namun, Pertamina tetap menggandeng Total agar bisa bekerjasama mengelola Blok di luar negeri atau swap.

Meski begitu, sampai saat ini kementerian ESDM belum menerima proposal perpanjangan blok Mahakam dari Pertamina pasca survei yang dilakukan beberapa bulan lalu. "Target kita bulan ini (diputuskan). Kita harapkan hari ini masuk. Besok ketemu dengan Pertamina bahas kesiapan, dan lain-lain," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan Participating Interest (PI) 10% kepada pemerintah daerah maupun provinsi Kalimantan Timur.
"Jadi 10%-nya milik Pemda. Mereka kan punya konsorsium bank tapi jangan nge-gendong ke perusahaan. Jadi ada 3, Pemda, Pertamina dan Total," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Hulu Migas Pertamina, Syamsu Alam mengatakan, masih menyiapkan kematangan proposal Blok Mahakam tersebut. Dipastikan dapat diserahkan minggu ini ke Kementerian ESDM.

Di dalam proposal tersebut, Pertamina tidak menyampaikan mengenai skema partnership. Hal tersebut lebih kepada rencana pengembangan Blok Mahakam. "Kita tidak membahas partnership tapi lebih kepada pembahasan yang meliputi aspek teknis, ekonomis, dan komersial," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×