kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Kemendag: Potensi Nilai Bisnis UMKM Capai US$ 130 Miliar, 64,5% Dikelola Perempuan


Jumat, 25 April 2025 / 09:14 WIB
Kemendag: Potensi Nilai Bisnis UMKM Capai US$ 130 Miliar, 64,5% Dikelola Perempuan
ILUSTRASI. Potensi nilai bisnis yang dapat dicapai oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar US$ 130 miliar. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor Usaham Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memberdayakan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor ini memiliki potensi yang cukup besar.

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Rusmin Amin menjelaskan, potensi nilai bisnis yang dapat dicapai oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar US$ 130 miliar.

Berdasarkan catatan Kemendag, 99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Dari total jumlah UMKM tersebut, ada 64,5% dikelola oleh perempuan. Dominasi perempuan terlihat pada sektor-sektor seperti fashion, kuliner, kecantikan, dan kerajinan.

“Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa wanita memiliki peran vital bagi perekonomian Indonesia yang berbasis partisipasi masyarakat,” terang Rusmin dalam acara Gambir Trade Talk di Double Tree by Hilton Hotel Jakarta, Kamis (24/4).

Baca Juga: Mantri Perempuan BRI Ini Terus Berdayakan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi

Dalam mendorong peran perempuan di sektor perdagangan, Kemendag bersama International Trade Center (ITC). ITC telah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi kebijakan, undang-undang, maupun program yang mendorong partisipasi perempuan dalam perekonomian dan perdagangan.

Pemetaan ini menilai enam pilar. Pertama, kebijakan perdagangan. Dua, lingkungan bisnis. Tiga, kerangka hukum dan regulasi. Keempat, akses keterampilan. Lima, akses keuangan. Dan enam, pekerjaan dan masyarakat. 

“Hasil pemetaan menunjukkan bahwa masih diperlukan dorongan lebih pemberdayaan perempuan pada aspek kebijakan perdagangan,” tambahnya.

Baca Juga: Ada Subsidi Bunga, Ini Cara Pengajuan Pinjaman KUR BTN dan Syarat untuk UMKM

Lebih lanjut, Kemendag saat ini juga mendorong strategi UMKM bisa ekspor melalui dua pendekatan berani inovasi dengan memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan promosi, serta siap adaptasi terhadap tren pasar, regulasi, dan potensi pasar ekspor.

“Ke depan kami berkomitmen memperkuat peran perempuan melalui reformasi kebijakan perdagangan, peningkatan representasi dalam pemimpinan, perluasan akses finansial, dan pelatihan berbasis digital,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×