kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Kemenhub rampungkan pengembangan bandara Wamena


Senin, 28 Desember 2015 / 20:34 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perhubungan baru saja menuntaskan proyek pengembangan bandara Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Rencananya bandara yang terletak di kawasan timur Indonesia ini akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 30 Desember nanti.

“Pengembangan bandara tersebut berupa, pembangunan terminal penumpang seluas 4000 m2 dimana sebelumnya hanya seluas 965 m2,” ujar J. A. Barata, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/12).

Menurutnya dengan perluasan ini kapasitas penumpang akan bisa meningkat hinga 228 orang. Selain diperluas bandara Wamena juga kini semakin kental dengan arsitektu adat setempat yaitu Rumah Honai. Pengembangan terminal penumpang bandara Wamena yang dilakukan sejak tahun 2014 ini telah menghabiskan anggaran hingga Rp 54,033 miliar.

Kata Barata, selain Bandara Wamena pada 30 Desember besok juga akan dilakukan peresmian Bandara Utarom di Kaimana, Papua. Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga telah meresmikan Bandara Komodo di Labuan Bajo pada 27 Desember kemarin.

Asal tahu saja, Bandara Wamena menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan Jayapura Kabupaten Lanny Jaya, Tolikara dan beberapa daerah pemekaran lainnya. Saat ini bandara tersebut sudah bisa melayani penerbangan mulai dari pesawat kecil seperti Cessna, ATR-72, Boeing 732 dan 733 hingga pesawat berbadan besar seperti Boeing 737-300.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×