kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.985   12,00   0,07%
  • IDX 9.006   -128,27   -1,40%
  • KOMPAS100 1.239   -15,84   -1,26%
  • LQ45 874   -10,54   -1,19%
  • ISSI 329   -4,61   -1,38%
  • IDX30 446   -7,81   -1,72%
  • IDXHIDIV20 522   -16,35   -3,04%
  • IDX80 138   -1,72   -1,24%
  • IDXV30 144   -5,02   -3,38%
  • IDXQ30 142   -3,31   -2,27%

Kemenperin minta alokasi gas Masela 474 mmscdf


Rabu, 28 Desember 2016 / 20:25 WIB
Kemenperin minta alokasi gas Masela 474 mmscdf


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melayangkan surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meminta alokasi gas yang akan diproduksi dari blok Masela. Total alokasi gas yang diminta oleh Kemenperin sebesar 474 mmscdf atau setara 3 MTPA.

Alokasi sebesar itu untuk diberikan kepada tiga perusahaan yang akan membangun pabrik di Maluku yaitu Pupuk Indonesia, Kaltim Methanol Industri/Sojitz, dan Elsoro Multi Pratama.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka bilang, hingga saat ini permohonan alokasi gas blok Masela belum dijawab oleh Kementerian ESDM. 

Sementara Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, Kementerian ESDM belum bisa memutuskan jumlah alokasi gas yang akan diberikan kepada industri. Pasalnya Kementerian ESDM masih membahas optimalisasi produksi dan cadangan gas dari blok Masela.

Pasalnya jika permintaan Kemenperin dikabulkan maka akan ada tambahan produksi 3 MTPA. Sementara sampai saat ini permintaan Inpex untuk meningkatkan produksi sampai 9,5 MTPA dari 7,5 MTPA pun belum dikabulkan oleh Kementerian ESDM.

"Untuk angka dan jumlahnya masih dalam pembahasan," ujar Wiratmaja. Namun Wiratmaja memastikan industri hilir dipastikan akan mendapatkan alokasi gas dari blok Masela. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×