kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.950   -17,00   -0,10%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Kemenprin Bakal Intensifkan Pabrik Farmasi Modern


Selasa, 01 Juni 2010 / 16:26 WIB
Kemenprin Bakal Intensifkan Pabrik Farmasi Modern


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Kementerian Perindustrian berencana untuk mengintensifkan pabrik-pabrik modern yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tapi juga untuk kebutuhan ekspor.

"Karena industri farmasi Indonesia termasuk yang punya potensi untuk dikembangkan ekspornya," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Pembenahan industri farmasi ini juga dilakukan agar industri farmasi nasional bisa meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan dengan obat-obatan impor dari China dan India.

Untuk melakukan pengembangan industri farmasi ini, Kementerian Perindustrian juga akan menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terutama untuk kepentingan penanaman modal di bidang industri farmasi. Sebab, seperti diketahui selama ini industri farmasi termasuk salah satu industri yang masuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). Selama ini investor asing hanya boleh menguasai investasi di sektor farmasi maksimal 75%. Ini juga yang menjadi keluhan para pelaku industri farmasi asing.

Tapi Hidayat meyakini, nantinya sektor ini akan bisa dibuka bagi investor asing secara bertahap. "Nantinya pasti akan dibuka secara bertahap. Sebab tidak ada industri yang secara komersial ditutup kecuali industri strategis. Jadi saya setuju untuk dibuka secara bertahap," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×