kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kementan dorong Japfa Comfeed (JPFA) tingkatkan ekspor unggas dan olahannya


Senin, 23 September 2019 / 22:10 WIB

Kementan dorong Japfa Comfeed (JPFA) tingkatkan ekspor unggas dan olahannya
ILUSTRASI. Fasilitas Penetasan Telur Ayam (Hatchery) milik JAPFA

KONTAN.CO.ID -  SIDOARJO. Setelah mengekspor pakan ternak ke Timor Leste, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) kini kembali mengekspor karkas ayam atau daging ayam beku dan olahan lainnya dengan volume total 60 ton.

Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Fini Murfiani yang juga hadir dalam acara tersebut menyambut baik keberhasilan JPFA menembus pasar di Timor Leste. Sebab ekspor juga diperlukan untuk menggenjot ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Selain Timor Leste, Japfa Comfeed (JPFA) bidik peluang di pasar ekspor lainnya

"Ini juga sejalan dengan kebijakan Indonesia 2045, kita harus jadi lumbung pangan dan dengan ini kita sudah mulai sedikit demi sedikit," jelas Fini di kantor PT Ciomas Adisatwa, Senin (23/9).

PT Ciomas Adisatwa adalah salah satu anak perusahaan JPFA yang dalam hal ini bertanggung jawab dalam mengekspor karkas ayam beserta olahannya ke Timor Leste.

Dukungan tersebut tak jauh dari data yang dipegangnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Data Kementan, tahun 2018 Indonesia telah mengekspor komoditas peternakan ke Timor Leste senilai US$ 9,6 juta.

Sementara pada semester I-2019 tercatat US$ 6,3 juta. Sehingga ada potensi meningkat dari capaian tahun lalu. "Peluang daging ayam Indonesia di Timor Leste masih terbuka lebar," ujar Fini.

Pada 2018 Timor Leste mengimpor daging ayam sebanyak 4.537 ton atau senilai US$ 6,2 juta. Sebagian besar impor berasal dari Brasil.

Sebagai gambaran, berdasarkan data Observatory of Economic Complexity, pada 2017, porsi impor poultry di Timor Leste menyumbang 3,1% terhadap total nilai impor atau sekitar US$ 19,9 juta.

Baca Juga: Tujuh saham penghuni baru indeks FTSE kompak melemah pada perdagangan hari ini

Di dalam negeri, unggas dan produk unggas memiliki potensi yang besar dengan pertumbuhan rata-rata volume ekspor sepanjang 2015-2018 masing-masing sebesar 27,62% dan 35,03% per tahun.


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×