kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Kementerian ESDM: 2 Juta Barel Minyak Tertahan Imbas Gangguan Pipa Gas di Blok Rokan


Rabu, 21 Januari 2026 / 18:14 WIB
Kementerian ESDM: 2 Juta Barel Minyak Tertahan Imbas Gangguan Pipa Gas di Blok Rokan
ILUSTRASI. Gangguan pipa gas TGI di Riau menahan 2 juta barel produksi minyak Rokan selama 3 minggu. Kini, aliran gas sudah normal. Simak rencana pemulihan ESDM! (Kontan.co.id/Azis Husaini)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap gangguan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Indragiri Hilir, Riau, menyebabkan tertahannya produksi minyak sekitar 2 juta barel dari Lapangan Rokan.

Gangguan ini sempat menahan aliran gas yang digunakan untuk pembangkitan listrik penggerak pompa angguk, sehingga operasional migas di Blok Rokan terganggu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan aliran gas sebenarnya sudah mulai masuk beberapa hari terakhir. Namun, kapasitasnya ditahan secara bertahap untuk mengantisipasi risiko ledakan sebelumnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM: Kenaikan Harga Komoditas Dorong Pencapaian Target PNBP Minerba 2026

“Semalam jam 24.00 itu flow-nya sudah dibuka semua maksimal dan tekanannya sudah berada pada tekanan yang layak untuk bisa mendapatkan gas ke tempat-tempat di mana gas tersebut terkirim, termasuk ke Rokan,” ujarnya di Kementerian ESDM, Rabu (21/1/2026).

Gangguan ini membuat produksi tidak bisa berjalan selama tiga minggu terakhir. Kementerian ESDM menargetkan tambahan produksi harian antara 5.000–6.000 barel agar kehilangan 2 juta barel tersebut bisa segera ditutupi, sekaligus menjaga target lifting nasional 610.000 barel per hari pada tahun ini.

Laode menambahkan, normalisasi aliran gas dan produksi di Rokan diperkirakan tercapai dalam dua hari ke depan. Ia berharap pemulihan cepat ini dapat meminimalkan dampak jangka panjang terhadap proyeksi lifting migas tahun ini.

Baca Juga: ESDM Selidiki Insiden Tambang Emas Antam (ANTM) di Pongkor

Sebelumnya, PT Transportasi Gas Indonesia menerima laporan awal kebocoran pipa gas pada jalur pipa Grissik–Duri (GD) KP222 yang berada di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.35 WIB.

Laode bilang pipa gas TGI memiliki peran strategis dalam menopang operasi lapangan migas di Rokan. Pasalnya, gas yang disalurkan melalui pipa tersebut digunakan untuk pembangkitan listrik yang menggerakkan mesin-mesin pompa angguk di sejumlah lapangan minyak.

Selanjutnya: Liburan di Ngong Ping 360, Hong Kong, Tak Perlu Risau Cari Musala dan Makanan Halal

Menarik Dibaca: Biji Nangka Rebus: 4 Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan Optimal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×