Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,68 0,00%
  • EMAS666.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kementerian ESDM: Ada lima perusahaan mineral yang akan divestasi tahun ini

Rabu, 13 Maret 2019 / 08:55 WIB

Kementerian ESDM: Ada lima perusahaan mineral yang akan divestasi tahun ini
ILUSTRASI. Pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menggenggam 51,23% saham PT Freeport Indonesia sejak 21 Desember 2018 lalu, musim divestasi nyatanya belum berhenti. Pada tahun ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan ada lima perusahaan mineral yang akan menjalankan divestasi.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengungkapkan, kelima perusahaan tersebut adalah PT Vale Indonesia (INCO), PT Natarang Mining, PT Galuh Cempaka, dan PT Kasongan Bumi Kencana dan PT Ensbury Kalteng Mining. Adapun, satu perusahaan, yakni PT Nusa Halmahera Mineral (NHM), memiliki tenggat waktu hingga tahun 2020 untuk menunaikan kewajiban divestasinya.


"Ada lima (tenggat waktu divestasi tahun ini), yang tahun 2020 itu NHM," kata Yunus saat ditemui di Kompleks DPR RI, Selasa (12/3) sore.

Mayoritas dari perusahaan tersebut bergerak dalam pertambangan komoditas emas. Yunus mengatakan, masing-masing perusahaan tersebut memiliki porsi yang berbeda dalam kewajiban mendivestasikan sahamnya terhadap kepemilikan Indonesia.

Adapun, rincian saham yang harus didivestasikan pada tahun ini adalah sebagai berikut:
1. PT Natarang Mining sebesar 21% (komoditas emas)
2. PT Ensbury Kalteng Mining sebesar 20% (emas)
3. PT Kasongan Bumi Kencana sebesar 12% (emas)
4. PT Galuh Cempaka sebesar 17% (Intan)
5. PT Vale Indonesia sebesar 20% (nikel)

Meski dengan porsi kewajiban saham yang berbeda, namun Yunus mengatakan skema divestasi yang dijalankan oleh kelima perusahaan tersebut tetap sama. Yaitu bisa terlebih dulu melakukan penawaran secara business to business (B to B), namun dengan tetap memberikan laporan kepada Kementerian ESDM.

Hingga saat ini, kata Yunus, baru ada dua perusahaan yang sudah memberikan laporan resmi kepada Kementerian ESDM. "Yang sudah menulis surat secara resmi baru Vale dan Natarang," sebutnya.

Selain itu, Yunus juga menyebutkan perusahaan-perusahaan tersebut telah memulai proses negosiasi dengan perusahaan pertambangan BUMN, yakni PT Inalum dan PT Aneka Tambang (Antam). Yunus menilai, hal tersebut bisa memberikan prospek yang positif terhadap pengelolaan mineral oleh BUMN.

"Saya kira berbahagia ah nanti suatu saat perusahaan mineral ini dimiliki BUMN, kita arahkan seperti itu," tandasnya.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0503 || diagnostic_web = 0.5106

Close [X]
×