Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan ketersediaan pasokan BBM secara nasional berada pada angka 30 hari. Jenis BBM yang dimaksud, baik gasoline, gasoil maupun avtur.
“Pada hari ini kita meresmikan posko nasional untuk Idul Fitri 1447 Hijriah. Tadi kita sudah menyampaikan bahwa ini untuk ketersediaan BBM secara nasional dan juga LPG melebihi dari cukup. Secara ekosistem untuk ketersediaan BBM itu adalah lebih kurang 30 hari. Dibandingkan dengan kesiapan kita tahun lalu, ini juga jauh lebih baik,” ungkap Yuliot dalam agenda peresmian posko nasional untuk Idul Fitri di gedung BPH Migas Jakarta, Kamis (12/03/2026).
Yuliot menambahkan, saat ini pihaknya juga tetap mengejar, target produksi minyak siap jual (lifting) sesuai dengan target APBN 2026 yang telah disepakati sebesar 610.000 hingga 620.000 barel per hari (bph).
Baca Juga: Luhut Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
“Jadi di dalam negeri kita kan ada tingkat produksi minyak bumi sekitar 610.000 barel. Kemudian untuk kekurangan kita ada impor. Untuk impor ini ada yang crude dan ada juga BBM jadi,” tambahnya.
Dari kilang dalam negeri untuk pengolahan, pemerintah kata dia akan memaksimalkan produksi di kilang Balikpapan dengan beroperasinya RDMP, dan juga ada Kilang Balongan, Kilang Cilacap, Kilang Dumai dan Kilang Plaju.
“Untuk transportasi, itu juga ini dari Pertamina untuk distribusi BBM-nya sendiri dari kilang ke depo-depo, itu juga dijamin aman. Kemudian di depo kapasitas penyimpanannya itu juga dimaksimalkan, dan juga di transportasi sampai dengan SPBU-SPBU itu juga relatif aman,” tambahnya.
Melalui data BPH Migas, pemerintah memproyeksikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline atau bensin akan meningkat selama periode mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 2026. Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 12% dibandingkan kondisi normal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Harga Minyak Meroket, Pertamina Ungkap Dampak Penyesuaian Harga BBM
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati mengatakan, pemerintah bersama badan usaha telah menyiapkan berbagai infrastruktur distribusi energi untuk memastikan pasokan tetap aman selama periode tersebut.
“Proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode posko ini diperkirakan gasoline akan naik sekitar 12% dari kondisi normal, sedangkan gasoil akan turun sekitar 14,5%. Adapun, avtur diperkirakan naik 2,8% dan kerosene naik 4,2%,” ujar Erika dalam agenda yang sama.
Selama periode siaga, BPH Migas bersama Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU).
Fasilitas tambahan juga disiagakan di wilayah dengan tingkat permintaan tinggi, terutama di jalur mudik dan destinasi wisata.
Baca Juga: Minyak Dunia Melonjak, Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran
Secara umum, ketahanan stok energi dinyatakan dalam kondisi aman dengan cadangan yang dijaga pada kisaran 17–23 hari untuk berbagai jenis BBM, baik gasoline, gasoil maupun avtur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













