Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan harga minyak akibat ekskalasi konflik di kawasan Timur-Tengah membuat Pertamina akan terus memonitor secara cermat perkembangan harga minyak dunia, termasuk pergerakan harga Brent Crude Oil.
“Saat ini, kami fokus menjaga pasokan energi aman dan dapat terdistribusi dengan baik ke masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkap Vice President Corporate Communication (Juru Bicara) PT Pertamina kepada Kontan, Senin (9/3/2026).
Pertamina, tambah Baron juga akan memperkuat operasional dan portofolio pasokan energi dari dalam negeri agar tetap efisien di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Baca Juga: Astra Infra Prediksi 6,8 Juta Kendaraan Lewati Tol Naik 2,1% Saat Mudik Lebaran 2026
Adapun, terkait dengan formula harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi, penugasan maupun non-subsidi, akan mengacu pada formula dan ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM No 11 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Permen ESDM Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
“Penetapan harga mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga minyak dunia, nilai tukar, dan berbagai aspek ekonomi,” tambah dia.
Senada, Robeth Dumatubun, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga menyebut penyesuaian harga seperti yang disampaikan oleh Pemerintah adalah Otorisasi dari langsung dari Pemerintah.
“Tentunya dalam kondisi saat ini, Pertamina berkordinasi secara intens dan terus memonitor kondisi terkini dengan mengedepankan kepentingan nasional dan masyarakat,” ungkapnya.
Sebelumnya dalam catatan Kontan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan naik. BBM subsidi adalah Pertalite yang saat ini masih Rp 10.000/liter dan Solar (Biosolar) Rp 6.800/liter. Pernyataan ini merespons harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga menyentuh angka US$ 110 per barel.
"Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini InsyaAllah nggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Selain itu, Bahlil memastikan stok BBM nasional juga aman dan terkendali untuk memenuhi kebutuhan hingga Idul Fitri. "Pasokan nggak ada masalah. Untuk puasa dan hari raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah," terang Bahlil.
Baca Juga: PGN (PGAS) Siapkan Capex US$353 Juta pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













