kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Kementerian Perdagangan diminta untuk mengatur impor gandum


Rabu, 21 Februari 2018 / 18:25 WIB
ILUSTRASI. Pabrik PT Bungasari Flour Mills


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) diminta mengatur impor gandum. Menyusul adanya kecenderungan meningkatkan laju impor.

"Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) saya diminta untuk mengatur kembali mengenai impor gandum," ujar Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, Rabu (21/2).

Sebelumnya Enggar bilang telah terjadi pergeseran impor akibat larangan impor jagung untuk pakan ternak. Naiknya impor gandum diperkirakan pergeseran bahan baku pakan ternak tersebut.

Meskipun Enggar bilang kode Harmonized System (HS) gandum untuk pakan berbeda. Oleh karena itu Enggar mencurigai adanya pengaturan kode HS.

Sebelumnya Departemen Agraria Amerika Serikat (USDA) memprediksi impor gandum Indonesia akan meningkat. USDA memperkirakan impor gandum Indonesia untuk periode Juli 2017 hingga Juni 2018 mencapai 12,5 juta ton.

Angka tersebut akan membuat Indonesia menjadi negara importir gandum terbesar di dunia. Indonesia akan mengungguli Mesir yang sebelumnya menjadi importir gandum terbesar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×