kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Kementerian Perhubungan tunggu proses persidangan dugaan kartel maskapai


Senin, 29 Juli 2019 / 18:32 WIB
Kementerian Perhubungan tunggu proses persidangan dugaan kartel maskapai

Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada monopoli dan persaingan usaha tidak sehat pada industri penerbangan. Hal itu diawali ketika hampir beberapa maskapai dengan pangsa pasar yang besar, menaikkan harga tiket di waktu yang hampir bersamaan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti menyatakan pihaknya bakal menunggu proses hukum yang dilakukan KPPU terhadap beberapa maskapai itu. “Kami menunggu hasil,” katanya kepada Kontan.co.id melalui pesan singkat pada Senin (29/7).


Pada hari ini, KPPU menyebut bahwa persoalan kartel tiket maskapai jadi prioritas di tahun ini. Untuk satu perkara, rata-rata proses hukum hingga sidang membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan.

KPPU saat ini mengklaim telah menemukan dua bukti dan berkas yang dinilai valid dari yang terdapat dalam Undang – undang nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Namun hingga, kini, KPPU belum memaparkan dua alat bukti itu.

Dalam persoalan kartel tiket, KPPU menyeret dua maskapai full service yakni Batik Air dan Garuda Indonesia. Sementara untuk low cost carrier (LCC) yakni Sriwijaya Air, Citilink, Wings Air, Nam Air, dan Lion Air.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×