kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Kementerian PUPR kembangkan 15.000 rumah instan


Kamis, 12 November 2015 / 07:06 WIB
Kementerian PUPR kembangkan 15.000 rumah instan


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TANGERANG. Implementasi teknologi rumah instan, sederhana, dan sehat (RISHA) di Mauk, Tangerang, akan diperluas.

Tak hanya di Mauk, RI juga akan dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia dengan pendekatan produksi massal.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat meresmikan RI yang bertepatan dengan Hari Bangunan Indonesia (HBI).

"Ya sangat mungkin untuk diproduksi secara massal," kata Basuki, di Tangerang, Rabu (11/11).

Di perbatasan, daerah-daerah khusus, dan daerah tertinggal menjadi prioritas pembangunan. Tahun depan akan dibangun 15.000 RISHA.

Dirjen Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin, menjelaskan, untuk mewujudkannya, Kementerian PUPR akan melibatkan pihak-pihak industri agar memudahkan pembangunan belsan ribu unit rumah tersebut.

Selain melibatkan industri, Kementerian PUPR juga akan menerapkan standar-standar RISHA untuk mendapatkan rumah yang layak huni.

"Kami juga sedang berusaha untuk menarik industri terlibat. Jumlah 15.000 itu bukan hal yang mudah untuk dibangun. Tanpa industri pasti kualitasnya nggak akan terkontrol, kecepatannya juga nggak akan terkontrol," jelas Syarif.

Syarif menambahkan Kementerian PUPR juga telah menyiapkan dana Rp 7,6 triliun dari APBN 2016 untuk perumahan.

Sekitar Rp 1,3 triliun dari dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan rumah swadaya dan rumah khusus di perbatasan untuk nelayan, tenaga medis, kepolisian, dan TNI. (Ridwan Aji Pitoko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×