kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Kementerian PUPR targetkan 30% proyek lelang dini di awal tahun 2021


Selasa, 24 November 2020 / 20:52 WIB
Kementerian PUPR targetkan 30% proyek lelang dini di awal tahun 2021
ILUSTRASI. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan lelang dini untuk proyek tahun 2021.

Anggaran konstruksi untuk Kementerian PUPR merupakan yang terbesar. Total anggaran untuk konstruksi tahun 2021 mencapai angka Rp 414 triliun.

"Saya kira ini harus lebih banyak dikerjakan oleh kontraktor dan konsultan Indonesia. Sepertiganya ada di PU, Rp 150 triliun," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat membuka Konstruksi Indonesia, Selasa (24/11).

Lelang dini pun akan langsung dilakukan oleh Kementerian PUPR. Total paket proyek yang akan dilelang sebanyak 1.900 paket konstruksi.

Diharapkan 30% dari angka tersebut akan dapat selesai lelang pada Januari 2021 mendatang. Sehingga proses konstruksinya dapat dilakukan di awal tahun.

"Bulan Januari kita bisa menandatangani kontrak sekitar 30%," terang Direktur Jenderal Bina Konstruksi Trisasongko Widianto.

Trisasongko bilang anggaran Kementerian PUPR saat ini merupakan yang terbesar. Pada tahun 2020 Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian PUPR sebesar Rp 120 triliun, dan menjadi Rp 87 triliun setelah adanya refocusing.

Selanjutnya: Kementerian PUPR yakinkan BP3 percepat pembangunan rumah MBR

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×