kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Kemperin sebut industri petrokimia nasional butuh peran Tuban Petro


Senin, 18 Maret 2019 / 20:52 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

“Kami mengedepankan prinsip good corporate governance dalam penyelesaian utang di TubanPetro. Setiap tahapan proses melibatkan BPKP, agar proses clear dan bermanfaat. Hal itu juga menjadi komitmen Kemenkeu selaku pemegang saham mayoritas,“ tegas Sukriyanto.

Bicara metode konversi utang menjadi saham sebagai salah satu alternatif penyelesaian, secara bisnis merupakan hal lumrah  dalam urusan penyelesaian utang-piutang perusahaan.

Alternatif-alternatif dikaji supaya perusahaan (Tuban Petro) menjadi sehat dan kembali berjalan secara optimal sehingga bisa fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan daya saing.

“Kajian penyelesaian utang ini dilaksanakan semata-mata untuk memastikan agar TubanPetro sebagai entitas bisnis, dapat berkembang semakin baik dan memberi manfaat luas kepada masyarakat dan negara,” ujar Uki, panggilan akrab Sukriyanto.

Investasi negara yang sudah ditanamkan ke TubanPetro, kemudian diperkuat lagi dengan kebijakan penyelesaian utang sehingga Grup TubanPetro diharapkan akan terus berkembang.

Karena itu, kebijakan ini bukan semata-mata mengembalikan dari sisi modal usaha, namun juga value tersebut terus dikembangkan melalui anak-anak usaha dan memberi manfaat terhadap pemasukan negara serta pengembangan industri petrokimia nasional.

“Kami juga desainkan, paska penyelesaian MYB, bagaimana hubungan dengan anak usaha, meng-capture value di dalam holding company. Kami pun terus melakukan transformasi organisasi. Rencana bisnis yang sudah siap, segera dikembangkan dan diharapkan membuahkan hasil yang tidak terlalu lama,” lanjut Uki.

Ia juga memastikan, sejak default, kuasa saham pemilik lama sudah beralih sepenuhnya kepada pemerintah (Kemenkeu).

Manajemen TubanPetro pun sepenuhnya merupakan representasi dari Kemenkeu, melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Baik sisi operasional maupun keputusan-keputusan manajemen, sudah tidak ada campur tangan lagi dari pemilik lama.

“Concern penyelesaian utang MYB ini adalah terutama untuk meningkatkan bank capacity perusahaan. Dengan dilakukannya penyelesaian utang, diharapkan akan membuat investor lebih tertarik masuk ke Tuban Petro,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×