kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.817   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Kemtan belum pastikan beras sintetis hasil impor


Selasa, 19 Mei 2015 / 20:12 WIB
Kemtan belum pastikan beras sintetis hasil impor
ILUSTRASI. Wings Group menghadirkan produk baru yaitu Bumbu Kaldu Sedaap pada Selasa (5/12).


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

BOGOR. Kementerian Pertanian (Kemtan) akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemdag) atas temuan beras plastik atau beras sintetis yang ditemukan di pasar Bekasi. Kemtan belum dapat mengidentifikasi apakah beras sintetis yang beredar tersebut adalah beras impor atau beras lokal.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Kemdag dan Kepolisian RI untuk menyelidiki beredarnya beras sintetis. Hanya saja, Amran belum mengetahui persis apakah beras sintetis yang ditemukan di Bekasi adalah beras impor asal Tiongkok ataukah beras lokal.

"Rasanya tidak dari impor. Sebab tidak ada impor beras. Namun bisa saja beras ilegal yang masuk. Kami masih tunggu laporan dari temuan beras sintetis tersebut. Jika terbukti maka harus dipidanakan," tandas Amran, Selasa (19/5).

Seperti diketahui, ditemukan adanya beras sintetis yang ketika dimasak hasilnya beras pecah dan tidak hancur. Rasa dari beras sintetis getir dan tawar. Beras tersebut dicampur dengan beras lokal sehingga secara penampakan tidak terlihat beras palsu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×