kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Kemtan dan GMPT bentuk tim khusus pakan ternak


Rabu, 19 Agustus 2015 / 16:20 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) sepakat membentuk tim khusus guna mendata kebutuhan jagung untuk pakan ternak. Kedua pihak juga setuju meningkatkan penyerapan jagung lokal sebagai prioritas, dan akan mengimpor bila pasokan dalam negeri tidak mencukupi.

Kesepakatan ini muncul setelah sebelumnya Kemtan secara mendadak menutup keran impor jagung. Akibatnya, jagung impor milik pengusaha anggota GPMT sempat terkatung-katung di pelabuhan karena tidak bisa bongkar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, tim khusus yang akan dibentuk dalam dua hari ke depan ini akan ditunjuk sebagai pihak yang akan mengkomunikasikan segala persoalan terkait data kebutuhan jagung. "Dengan adanya tim baru ini, maka komunikasi pemerintah dan GMPT akan lancar," harap Amran, Rabu (19/8).

Tim ini terdiri dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan, Bulog, GPMT, dan Kementerian Perdagangan (Kemdag). Dengan adanya tim yang diisi dari unsur pemerintah dan swasta ini, diharapkan tidak ada lagi simpang siur data terkait impor jagung yang digunakan untuk kebutuhan pakan ternak.

Sekretaris Jenderal Kemtan Hari Priyono menambahkan, pembentukan tim khusus ini bertujuan untuk menjaga supply dan demand agar terkendali. Apalagi harga pakan juga memengaruhi harga daging ayam.

Kemtan dan GPMT juga sepakat menjaga harga daging ayam tidak melambung tinggi lantaran mahalnya biaya pakan ternak. Selain itu, tim ini juga bertugas melakukan eksekusi di lapangan untuk memetakan sentra-sentra produksi jagung.

Setelah itu, pemerintah meminta pengusaha pakan untuk membina dan menyerap jagung di sentra-sentra produksi jagung sesuai dengan lokasi pabrik pakan milik mereka agar aksesnya lebih mudah.

Sementara Bulog ditugaskan untuk menjaga stabilisasi harga. Bila harga sudah stabil, maka Bulog tidak perlu mengimpor jagung. Kalau perlu, Bulog juga akan melakukan intervensi pasar agar harga kembali stabil.

Kemtan juga meminta GPMT tidak terlalu kaku soal kualitas dan kadar air jagung lokal. Kalau ada yang kadar airnya tinggi maka bisa dibeli dengan harga sesuai kondisi. "Toh GPMT punya pengering. Jangan tidak membei karena lasan kualitas," terang Hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×