kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kemtan gandeng industri genjot produksi rempah


Selasa, 20 Desember 2016 / 18:06 WIB
Kemtan gandeng industri genjot produksi rempah


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mendorong keterlibatan swasta atau industri dalam pengembangan produk rempah-rempah di Indonesia. Pelibatan aktif industri itu mengingat keterbatasan anggaran pemerintah dalam mendukung pengembangan tanaman rempah-rempah di Indonesia.

Pada tahun 2017, Kemtan hanya mengalokasikan anggaran Rp 40 miliar untuk mendukung petani mengembangkan tanaman rempah.

Direktur Jenderal Perkebunan Kemtan Bambang mengatakan, keterlibatan pemerintah dalam mendorong peningkatkan produksi rempah seperti lada, pala dan cengkeh akan ditingkatkan. Pasalnya, sekitar 99% pemilik lahan perkebunan rempah adalah petani rakyat.

Untuk itu, Kemtan sudah menyusun sejumlah program dan langkah untuk pengembangan tanaman unggulan Indonesia ini. "Salah satunya, kami akan mendorong kerjasama atau kemitraan antara industri dan petani, kami ingin industri membina petani agar sesuai kebutuhan industri dan petani mendapat kepastian pasar," ujarnya, Selasa (20/12).

Bambang bilang, sinergit antara petani dengan industri diharapkan dapat menguntungkan semua pihak. Sebab industri juga mendapat kepastian asal bahan baku, dan petani mengetahui kebutuhan industri dengan spesiifikasi produk bahan baku yang diharapkan.

Selain itu, Kemtan juga akan memetakan wilayah sentra produsen rempah, kemudian menentukan wilayah yang harus dibina perusahaan sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran dengan perusahaan lain. Kemtan juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani agar posisi tawar dan permodalan petani semakin kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×