kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.063   61,00   0,34%
  • IDX 5.320   41,51   0,79%
  • KOMPAS100 685   5,20   0,76%
  • LQ45 535   4,27   0,80%
  • ISSI 181   1,82   1,01%
  • IDX30 300   2,43   0,82%
  • IDXHIDIV20 392   2,83   0,73%
  • IDX80 79   0,75   0,96%
  • IDXV30 109   1,24   1,15%
  • IDXQ30 99   0,88   0,89%

Kenaikan tarif batas bawah menjadi 35% tidak berdampak signifikan bagi Citilink


Minggu, 09 September 2018 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Flight Wifi Maskapai Citilink


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) berencana menaikkan tarif batas bawah (TBB) industri penerbangan dari awalnya 30% dari tarif batas atas (TBA) menjadi 35% dari TBA. Rencana itu menyusul usulan dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) yang meminta agar TBB dinaikkan menjadi 40% dari TBA.

Bagi maskapai penerbangan low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia, yang memang bermain di tarif batas bawah, kenaikan TBB itu justru disyukuri. Hal itu karena industri penerbangan menghadapi tekanan pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan bakar avtur. “Ada efeknya bagus (jika TBB dinaikkan),” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, Jumat (7/9).

Kendati berdampak positif, kata Juliandra, kenaikan dampak kenaikan TBB menjadi 35% diperkirakan efeknya tidak terlalu signifikan bagi Citilink. “Tapi kita berterima kasih kalau itu disetujui,” tambah Juliandra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×