CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kenaikan TDL turun dari 15% jadi 5,4%


Kamis, 23 September 2010 / 16:38 WIB


Reporter: Femi Adi Soempeno, Adi Wikanto


JAKARTA. Pemerintah mengurangi besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang akan diberlakukan pada bulan Januari 2010 mendatang menjadi 5,4% dari sebelumnya yang dipatok 15%. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Darwin Saleh, Kamis (23/9), seperti dikutip dari Bloomberg.

Pemerintah memang ngotot mengerek TDL lantaran subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 hanya Rp 36,44 triliun dan Rp 4,58 triliun untuk menutupi utang subsidi listrik 2009. Sementara itu, total biaya listrik 2011 mencapai Rp 149,9 triliun.

Nah, dengan subsidi yang terbatas, mau tidak mau, pemerintah terpaksa menaikkan tarif setrum dari Rp 705 per kilo watt (kWh) menjadi Rp 838 per kWh.

Bila tidak naik, subsidi listrik bakal membengkak. "Tanpa kenaikan, PLN butuh subsidi listrik Rp 49,14 triliun," terang Lulu Sumiarso, Direktur Jenderal Energi Baru Kementerian ESDM saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×