kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Keramika Indonesia bakal kembangkan produksi untuk meningkatkan kinerja bisnis


Selasa, 26 Juni 2018 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Keramik Kokoh Inti Arebama (KIA atau KOIN)


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapor kinerja bisnis yang masih merah menyebabkan PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS) belum berani memasang target pertumbuhan yang tinggi tahun ini. Perlambatan sektor properti dan real estate Indonesia, serta penurunan daya beli kelas atas dan menengah menggerus bisnis emiten keramik ini.

Saat ditanya berapa target pertumbuhan perseroan di 2018 ini, Handono Warih, Direktur Independen PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS) masih enggan membeberkan angkanya.

"Yang jelas kami lihat perkembangan ekonomi Indonesia, selain itu kalau utilitas produksi kami bisa 95%-100% otomatis revenue dan bottom line dapat naik," ungkapnya saat pemaparan publik perseroan berlangsung, Selasa (26/6).

Adapun saat ini Handono menyebutkan bahwa utilitas produksi masih berkisar 75% dari total kapasitas produksi 22 juta meter persegi per tahun.

Sebenarnya selain perlambatan konsumsi dan sektor properti, KIAS juga menghadapi depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) serta tingginya jumlah keramik impor terutama yang berasal dari China.

Hal tersebut yang membuat perseroan masih pesimis tahun ini bottomline dapat positif. "Tampaknya masih (minus) meski tak separah tahun lalu," ujar Handono.

Untuk itu KIAS akan melakukan efisiensi dari berbagai macam segi, khususnya pada pabrikan. Menurut Handono, perseroan akan melakukan cost reduction yang konsisten seperti menggunakan material alternatif berupa chemical maupun tanah yang lebih baik.

Menilik laporan keuangan KIAS di kuartal I 2018, kerugian perseroan membengkak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Rp 26,19 miliar, lebih besar 49% dibandingkan rugi bersih pada kuartal I-2017 sebesar Rp 17,25 miliar.

Sepanjang kuartal I-2018, perusahaan telah memotong beban usaha hingga 12% year on year (yoy) menjadi Rp 22,8 miliar. Namun angka penjualan yang merosot menjadi penyebab kinerja KIAS tidak cemerlang pada tiga bulan pertama tahun ini.

Penjualan KIAS per Maret 2018 sebesar Rp 212,9 miliar, turun 4% dibandingkan kuartal I-2017 yang mencapai Rp 220,8 miliar. Tercatat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 1,87%.

Dalam beban pokok itu sebenarnya hampir seluruhnya menurun, sayangnya kenaikan beban pabrikasi yang signifikan sebesar 19,76% menyebabkan secara total beban yang harus ditanggung KIAS tetap besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×