kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kereta semi cepat Jakarta - Surabaya masuk proses feasibility study


Kamis, 13 Desember 2018 / 16:36 WIB
Kereta semi cepat Jakarta - Surabaya masuk proses feasibility study
ILUSTRASI. Proyek strategis perkeretaapian


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek kereta semi cepat Jakarta - Surabaya masuk proses feasibility study (FS). Setelah proses pra-FS selesai pada November lalu oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Sekarang FS sedang dalam proses mungkin dalam setahun atau lebih," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemhub) Zulfikri usai konferensi pers pencapaian 4 tahun Kemhub, Kamis (13/12).

Zulfikri bilang saat FS, JICA akan menghitung total biaya yang diperlukan untuk proyek tersebut. Pasalnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan agar proyek kereta semi cepat Jakarta - Surabaya tidak lebih dari Rp 60 triliun.

Besarnya nilai proyek juga membuat proses FS berlangsung lama. Hal itu ditambah dengan berbagai persyaratan yang ditekankan dalam proyek tersebut.

"Dipersyaratkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maksimal, penyertaan industri dalam negeri, dan waktu tempuh maksimal," terangnya.

Zulfikri bilang Menhub juga menekankan untuk menyertakan industri dalam negeri. Hal itu akan melibatkan PT Industri Kereta Api Indonesia (Persero).

Waktu tempuh kereta cepat Jakarta - Surabaya pun menjadi persyaratan. Waktu tempuh tersebut dipersyaratkan tidak lebih dari 5 jam 30 menit.

Mengenai pendanaan, Zulfikri bilang masih dalam pembahasan. Proyek tersebut nantinya juga terdapat bagian Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Ada komponen KPBUnya juga, nanti kalau KPBU bisa masuk ya masuk," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×