kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kerjasama Penerbangan Bakal Perkuat Hubungan Indonesia-Rusia


Senin, 03 Mei 2010 / 08:57 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Hubungan bilateral Indonesia-Rusia bisa berkembang lebih baik dengan adanya kerjasama penerbangan di kedua negara.

Asal tahu saja, Transaero, yang selama ini melayani penerbangan carter dua kali seminggu ke Denpasar, bakal mengantongi izin penerbangan berjadwal. Sementara Aeroflot, maskapai milik Pemerintah Rusia, akan menerbangi rute Moskow-Denpasar seminggu sekali mulai Desember 2010.

Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia Hamid Awaluddin berharap penerbangan langsung Moskow-Denpasar dapat meningkatkan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia. Mengingat Denpasar merupakan tujuan wisata yang sangat potensial untuk dipasarkan ke masyarakat Rusia.

Menurut catatan Juru Bicara Kemenhub Bambang S. Ervan, tahun lalu penerbangan carter Moskow-Denpasar oleh Transaero dilakukan sebanyak 104 kali penerbangan. Dengan jumlah penumpang datang 28.351 orang dan berangkat 27.593 orang, serta kargo yang diangkut ke Moscow berjumlah 31.332 kg.

Sebelum Transaero dan Aeroflot, pekan lalu FireFly Sdn Bhd, anak usaha MalaysiaAirlines, memastikan akan beroperasi di Indonesia.

Pasar industri penerbangan Indonesia memang gurih. Menurut data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan penumpang pesawat di Indonesia rata-rata 22% per tahun. Tahun lalu, jumlah penumpang 43,5 juta orang, tumbuh 16,3% dibanding 37,4 juta orang di 2008.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×