kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kerugian Hero Supermarket (HERO) membengkak 173%


Rabu, 11 Agustus 2021 / 13:34 WIB
Kerugian Hero Supermarket (HERO) membengkak 173%
ILUSTRASI. Sejumlah anak bermain bola di tempat parkir Supermarket Giant Ekstra di Kreo, Tangerang, Minggu (1/8/2021).


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan rugi bersih sebesar Rp 550,8 miliar di semester pertama 2021. Kerugian ini membengkak 172,67% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sekitar Rp 202 miliar. Selain itu, HERO juga mencatat biaya non-recurring sebesar Rp 537 miliar yang timbul akibat restrukturisasi bisnis Giant. 

Berdasarkan kinerja keuangan yang diakses melalui halaman Bursa Efek Indonesia (BEI), HERO mencatat penurunan pendapatan bersih menjadi Rp 3,6 triliun atau turun 26% dari sebelumnya sebesar Rp 4,9 triliun. 

Sementara itu, beban pokok penjualan tercatat turun menjadi Rp 2,6 triliun dari sebelumnya Rp 3,6 triliun pada semester pertama 2020. Penurunan ini juga membuat laba kotor turun dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1 triliun di semeter pertama 2021. 

Baca Juga: Hero Supermarket (HERO) pastikan gerai keempat IKEA beroperasi di akhir 2021

Patrik Lindvall, Presiden Direktur HERO mengungkapkan, kinerja keuangan bisnis inti ritel groseri Hero pada semester pertama terus terkena dampak negatif karena pandemi maupun restrukturisasi yang telah diumumkan. 

Hal itu lantaran sebagai dampak dari pembatasan sosial yang ketat, larangan perjalanan domestik dan penutupan atau pemberlakuan pembatasan perdagangan yang ketat di pusat perbelanjaan/mal telah mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan pelanggan ke lokasi-lokasi ini. 

“Akibatnya, hal ini secara material mempengaruhi kinerja hypermarket sebagai destinasi belanja dalam format besar. Optimalisasi ruang usaha yang berkelanjutan juga mempengaruhi kinerja pertumbuhan penjualan,” ujar dia dalam siaran pers, Rabu (11/8). 

Baca Juga: Menanti Transformasi Bisnis Ritel




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×