kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.720   76,91   1,36%
  • KOMPAS100 740   12,02   1,65%
  • LQ45 561   7,45   1,35%
  • ISSI 199   2,41   1,23%
  • IDX30 318   3,56   1,13%
  • IDXHIDIV20 391   1,72   0,44%
  • IDX80 84   1,30   1,56%
  • IDXV30 107   -0,03   -0,03%
  • IDXQ30 102   0,71   0,69%

Keterisian tempat tidur di atas 75%, stok alat penanganan Covid-19 jadi persoalan


Kamis, 15 Juli 2021 / 22:04 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/hp.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

Dari pemetaan tersebut, Kemenkes mencatat bahwa kapasitas produksi nasional baru mencapai sekitar 1.700 ton per hari, sementara kebutuhan nasional bisa mencapai 4.400 ton per hari Angka kebutuhan ini bisa kembali meningkat apabila kasus Covid-19 semakin meningkat.

Selain persoalan ketidakseimbangan pasokan dan kebutuhan, masalah distribusi oksigen ke rumah sakit juga diduga menjadi tantangan. Oleh karenanya, rumah sakit yang memiliki kebutuhan oksigen diharapkan bisa menyampaikan kebutuhannya pada platform RS Online.

Dengan cara itu, tim di pusat maupun provinsi bisa memantau kebutuhan oksigen pihak rumah sakit bisa segera mendistribusikan oksigen ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

“Saat ini ada bantuan Pertamina menyediakan 21 ISO tank berukuran besar yang bisa digunakan untuk mendistribusikan gas dari pabrik ke rumah sakit. Pendistribusiannya dipercayakan ke Samator bekerjasama dengan Pertamina, dengan berkoordinasi dengan dirjen yankes dan dinkes provinsi yang ada di Jawa Bali,” terang Widyawati.

Selanjutnya: ARSSI: Rumah sakit masih kewalahan hadapi lonjakan kasus Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×