kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kilang Bojonegara Bisa Mengatasi Defisit Gas


Kamis, 24 November 2016 / 23:13 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

JAKARTA. Pertamina terus mematangkan kerjasama di proyek terminal LNG di Bojonegara, Banten. Terminal LNG tersebut merupakan proyek dari salah satu anak usaha Kalla Group, yaitu PT Bumi Sarana Migas (BSM).

Pertamina memang harus memikirkan pertimbangkan bisnis, mengingat perhitungan nilai proyek tersebut diperkirakan sekitar Rp 10 triliun. Menurut Direktur Eksekutif 98 Institute Sayed Junaidi Rizaldi, kerjasama  itu akan meningkatkan kemampuan Indonesia mengamankan pasokan gas di dalam negeri, khususnya wilayah Jawa bagian barat . "Sekarang tinggal diawasi secara bersama saja bisnisnya apakah berjalan transparan dan terbuka. Terpenting, Pertamina jangan sampai mengalami kerugian," ujarnya, dalam pernyataan tertulis, kemarin. 

Proyek ini untuk mengantisipasi ancaman defisit gas di Jawa bagian Barat. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM dan kajian Wood MacKenzie mengenai proyeksi suplai gas tahun 2013 sampai dengan tahun 2030, Jawa bagian Barat akan mengalami defisit neraca gas lantaran berkurangnya cadangan gas dari Sumatra. Juga meningkatnya permintaan terhadap sumber energi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×