Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hero Global Investment Tbk (HGII) mencatat pemulihan kinerja pada kuartal IV 2025 setelah sepanjang tahun menghadapi tekanan akibat faktor cuaca.
Pada kuartal IV 2025, perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp 16,9 miliar atau meningkat sekitar 62% dibandingkan kuartal III 2025. Laba bersih juga naik sekitar 79% secara kuartalan menjadi Rp 3,75 miliar.
Namun, secara tahunan kinerja HGII masih terkontraksi. Sepanjang 2025, perusahaan ini mencatat pendapatan Rp 63 miliar dengan laba bersih Rp 17,1 miliar. Realisasi ini turun masing-masing 34% dan 55% dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga: Bahlil Mau Terapkan Relaksasi Terukur Produksi Tambang, IMA Bilang Begini
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh musim kemarau berkepanjangan yang menekan debit air pada pembangkit listrik tenaga minihidro milik perusahaan. Kondisi ini berdampak pada penurunan produksi listrik dan berimbas langsung terhadap pendapatan.
Meski demikian, HGII mampu menjaga profitabilitas tetap positif sepanjang tahun. Pemulihan pada kuartal IV mencerminkan mulai membaiknya kondisi operasional seiring perbaikan faktor eksternal.
“Tantangan yang kami hadapi sepanjang tahun 2025 bersifat eksternal dan sementara, terutama akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, hal ini tidak mengubah fundamental bisnis perusahaan yang tetap kuat. Dengan portofolio aset pembangkit yang solid serta momentum pemulihan yang telah terlihat di kuartal IV, kami tetap optimis terhadap prospek kinerja ke depan,” ujar Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto dalam keterangannya, Jumat (27/3).
Memasuki kuartal I 2026, HGII melanjutkan strategi ekspansi melalui partisipasi dalam sejumlah tender proyek energi terbarukan. Perusahaan tengah mengikuti lelang proyek pembangkit listrik tenaga air di Sumatera Utara serta proyek pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas portofolio aset, memperkuat diversifikasi sumber energi, serta menangkap peluang pertumbuhan di sektor energi baru dan terbarukan.
“Walaupun tahun 2025 diwarnai oleh tantangan cuaca yang signifikan, kami melihat adanya pemulihan yang kuat di kuartal IV. Hal ini memberikan keyakinan bahwa kinerja perusahaan akan terus membaik seiring dengan normalisasi kondisi operasional serta realisasi peluang proyek baru ke depan,” tambah Robin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













