Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) sukses membukukan kinerja ciamik hingga kuartal tiga tahun ini. Di periode tersebut, perusahaan jasa penyedia energi ini mengalami peningkatan pendapatan 27,64% (yoy) menjadi Rp 5,91 triliun.
Dengan kenaikan pendapatan tersebut, laba bersih Elnusa juga tumbuh 7,90% (yoy) menjadi Rp 238,26 miliar.
Baca Juga: Laba Elnusa (ELSA) tumbuh 7,90% pada kuartal III 2019
Head of Corporate Communications Elnusa Wahyu Irfan mengatakan, kondisi industri minyak dan gas (migas) di Indonesia saat ini semakin menantang.
Namun, pihaknya terus menerapkan strategi diversifikasi portofolio. “Kami berhasil mengelola berbagai segmen bisnis sehingga bisa menopang kinerja ELSA secara konsolidasi dengan baik,” tuturnya, Jumat (1/11) lalu.
Kinerja positif ELSA di kuartal III-2019 disokong oleh geliat segmen jasa distribusi dan logistik energi yang memperoleh pendapatan sebesar Rp 3,09 triliun. Segmen ini berkontribusi sekitar 51% dari total pendapatan ELSA.
Selain itu, 41% pendapatan ELSA di kuartal tiga lalu juga disumbang oleh segmen jasa hulu migas yakni sebesar Rp 2,56 triliun.
“Komposisi laba bersih ELSA di kuartal tiga 80% di antaranya ditopang oleh segmen jasa distribusi dan logistik energi,” tambah Wahyu.
Namun, bukan berarti kinerja ELSA tanpa cela. Jika ditelusuri pada pendapatan dari pihak ELSA, kinerja dari segmen jasa hulu migas sebenarnya turun 29,86% (yoy) menjadi Rp 304,42 miliar.
Begitu juga kinerja segmen jasa penunjang migas untuk pihak ketiga yang turun 33,21% (yoy) menjadi Rp 108,88 miliar.
Baca Juga: Ada 63 kasus pencurian minyak, ini tanggapan Chevron Pacific Indonesia
Wahyu berpendapat, hasil tersebut salah satunya disebabkan karena banyak blok migas di Indonesia yang telah beralih pengelolaannya ke PT Pertamina (Persero).
Hal ini membuat pendapatan ELSA yang bersumber dari klien non-Pertamina mengalami penurunan.
Lebih lanjut, Wahyu tidak membeberkan secara rinci target kinerja ELSA di sisa tahun ini. Kendati demikian, pihaknya berharap pendapatan dan laba bersih perusahaan dapat melanjutkan tren kenaikan hingga akhir tahun nanti.
Untuk itu, ke depan ELSA masih akan mendorong kinerja dua segmen utamanya, yakni jasa distribusi dan logistik energi serta jasa hulu migas.
Baca Juga: Laba anjlok 63%, ini penjelasan managemen Bumi Resources (BUMI)
ELSA juga akan mencoba memaksimalkan lagi serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk memacu kinerja perusahaan.
Pada tahun ini ELSA menggelontorkan capex sebesar Rp 1 triliun atau 66,67% lebih besar ketimbang alokasi belanja modal di tahun lalu sebesar Rp 600 miliar.
Adapun per kuartal tiga, ELSA telah merealisasikan capex di kisaran Rp 500 miliar. Sebagian capex tersebut digunakan untuk keperluan pembelian peralatan operasional seperti hydraulic workover unit (HWU) dan teknologi nodal.
“Sebagian capex juga dialokasikan untuk pembelian aset di depot LPG Amurang,” imbuh Wahyu.
Baca Juga: Jadi Korban Saham BUMI, Komisaris Insera Sena Ini Kapok Berinvestasi Saham
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)