Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten energi terintegrasi, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), membukukan performa keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 20% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025, laba bersih RAJA tercatat naik menjadi USD 35 juta dari posisi USD 29 juta di tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini melampaui pertumbuhan pendapatan perseroan yang naik 5% secara tahunan menjadi USD 266 juta.
Manajemen RAJA mengungkapkan bahwa peningkatan profitabilitas ini didorong oleh kontribusi pendapatan non-operasional (non-operating income), terutama hasil dari akuisisi Hafar yang dirampungkan pada Agustus 2025. Selain itu, lini bisnis midstream dan downstream tetap menjadi motor utama pendapatan perseroan.
"Kinerja ini mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Direktur Utama RAJA dalam keterangan resmi, Selasa (31/3). Ia menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis inti ditopang oleh mulai beroperasinya proyek kompresor gas di Sengkang serta peningkatan volume penjualan gas.
Agresif di Ekspansi Organik dan Anorganik
Menatap tahun 2026, RAJA menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) jumbo sebesar USD 200 juta. Dana ini dialokasikan untuk mendanai sejumlah proyek strategis guna memperluas kapasitas operasional perseroan.
Beberapa proyek utama yang masuk dalam skema pengembangan tahun ini antara lain pembangunan pipa BBM Balikpapan–Samarinda, pengembangan fasilitas mini LNG di Jawa Barat dan studi kelayakan (feasibility study) fasilitas LNG di Kalimantan Utara.
Tak hanya organik, emiten ini juga gencar melakukan aksi korporasi anorganik. Melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), perseroan sedang merampungkan akuisisi SMS Development Limited yang memiliki participating interest di Blok Madura Strait.
Secara paralel, RAJA tengah melakukan proses uji tuntas (legal due diligence) dan negosiasi tahap akhir untuk mencaplok participating interest pada blok migas lainnya di kawasan Indonesia Timur. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat eksposur perseroan pada aset hulu produktif.
Manajemen menargetkan seluruh rangkaian transaksi dan milestone utama proyek strategis tersebut dapat tercapai pada kuartal II-2026. Dengan demikian, kontribusi terhadap kinerja keuangan diharapkan mulai terasa dalam jangka menengah hingga panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













