Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen INACO, PT Niramas Utama Tbk (JELI), membukukan penjualan bersih sebesar Rp212 miliar pada semester I-2026. Perolehan tersebut turun 34,22% dibandingkan penjualan bersih sebesar Rp322 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode tersebut, JELI juga mencatatkan rugi bersih sebesar Rp39,53 miliar. Direktur Niramas Utama Adhi Lukman menyampaikan, kinerja perusahaan tidak mengikuti pola kalender fiskal konvensional (kuartal I–kuartal IV), melainkan lebih ditentukan oleh momentum musiman (seasonality) dan siklus restocking distributor menjelang hari raya maupun periode liburan.
Apabila berkaca pada tahun sebelumnya, JELI juga mencatatkan rugi bersih sebesar Rp16,16 miliar pada semester I-2025. Namun, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp39,36 miliar untuk keseluruhan tahun 2025.
“Pola tersebut menunjukkan bahwa pergeseran momentum hari raya dan liburan setiap tahun turut memengaruhi waktu terjadinya puncak kinerja Perseroan, sehingga berbeda dengan pola musiman ritel yang umumnya terkonsentrasi pada akhir tahun,” ungkap Adhi, dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Suryacipta Swadaya Incar Target Penjualan Lahan 74 Hektare hingga Akhir 2026
Dengan demikian, evaluasi kinerja JELI secara kuartalan maupun semesteran perlu mempertimbangkan posisi relatif momentum hari raya dan liburan pada tahun berjalan, alih-alih menggunakan kerangka kalender kuartalan yang bersifat tetap.
Di sisi lain, kinerja operasional JELI pada kuartal II-2026 atau periode April-Juni menunjukkan sinyal pemulihan yang positif. Pendapatan JELI meningkat 22,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp86 miliar, dibandingkan Rp70 miliar pada kuartal II-2025.
Kenaikan biaya pokok penjualan yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan turut mendorong laba bruto meningkat 41,2% YoY menjadi Rp24 miliar dari Rp17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, margin laba bruto JELI membaik menjadi 27,91% dari sebelumnya 24,29%. Secara keseluruhan, sepanjang semester I-2026, JELI membukukan laba bruto sebesar Rp73 miliar dengan margin laba bruto 34,43%.
Berdasarkan pola historis tersebut, Adhi meyakini bahwa kinerja semester I-2026 mencerminkan dinamika musiman yang serupa dan bukan merupakan indikasi pelemahan fundamental bisnis perseroan.
Memasuki paruh kedua tahun 2026, JELI tetap optimistis terhadap prospek bisnisnya. Optimisme tersebut didukung oleh pola musiman historis yang menunjukkan pemulihan kinerja pada semester kedua.
Selain itu, peluncuran produk baru diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan, diikuti dengan berlanjutnya upaya efisiensi biaya, ekspansi distribusi, dan perluasan pasar ekspor.
"Kami memahami fokus investor atas hasil semester pertama ini. Namun berdasarkan pengalaman tahun lalu serta inisiatif yang tengah kami jalankan, kami optimis Perseroan dapat membukukan perbaikan kinerja yang berarti pada semester kedua tahun ini," tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang, JELI terus memperluas portofolio produknya melalui inovasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah peluncuran Miroo Jelly, produk jelly premium dengan tekstur lebih kenyal, cita rasa buah asli, serta teknologi kemasan Dual V-Cut.
Pengembangan kemasan tersebut merupakan bagian dari upaya JELI menghadirkan produk yang tidak hanya unggul dari sisi rasa, tetapi juga memberikan kenyamanan dalam konsumsi. Miroo Jelly tersedia dalam lima varian rasa, yaitu Jambu, Blueberry, Persik, Markisa, dan Mix Berry.
Sebagai nilai tambah, Miroo Jelly diperkaya dengan zinc yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, serta mendukung proses tumbuh kembang anak.
Peluncuran Miroo Jelly merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk melakukan diversifikasi kategori produk, memperluas penetrasi pasar ekspor, meningkatkan basis konsumen, serta diharapkan mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan pada periode mendatang.
"Kami melihat peluncuran produk baru ini sebagai salah satu pengungkit utama pertumbuhan Perseroan ke depan. Investasi yang kami lakukan hari ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek jangka panjang bisnis Perseroan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
