Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
Willy mengungkapkan bahwa penyelesaian pembangunan pabrik ke-2 RTM menjadi bagian dari komitmen SUNI dalam menjaga prospek pertumbuhan ke depan.
Proyek ekspansi RTM tersebut saat ini sedang dilakukan audit sebagai bagian prosedur untuk dapat memperoleh sertifkat API (American Petroleum Institute) agar dapat segera beroperasi secara komersial pada semester kedua tahun ini.
”Saat ini SUNI terus memprioritaskan peningkatan kapastitas produksi internal melalui pembangunan pabrik ke-2 RTM yang secara umum telah selesai. Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi ini, diharapkan kinerja operasional dan finansial SUNI ke depan akan semakin optimal serta mampu menjamin ketersediaan OCTG tubing di tingkat nasional", kata Willy.
Direktur Operasional Sunindo Pratama, Bambang Prihandono, menambahkan bahwa setelah uji coba produksi pada fasilitas baru di pabrik ke-2 RTM berhasil, saat ini SUNI memprioritaskan sumber dayanya untuk dapat menyelesaikan proses audit dari API.
Baca Juga: Nilai Margin Financing Kiwoom Sekuritas Indonesia Tumbuh 100% di Paruh Pertama 2026
Dengan begitu, pabrik ke-2 RTM bisa mendapatkan sertifikat API sesegera mungkin.
”Proses audit API yang sedang dilakukan di RTM saat ini berjalan cukup lancar karena tim produksi kami di Batam telah memberikan yang terbaik untuk dapat menyelesaikan proses auditnya segera. Semoga pada kuartal IV kami sudah bisa mendapatkan sertifikat API tersebut," ujar Bambang.
Di sisi lain, pada tahun ini SUNI memenangkan beberapa tender yang cukup signifikan untuk produk welhead dan christmast tree. Capain tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusi anak perusahaan SUNI lainnya, yakni PT Petro Synergy Manufacturing (PSM).
Terbaru, pada akhir pekan lalu SUNI mengumumkan meraih kontrak dari PT Pertamina EP. SUNI ditetapkan sebagai pemenang tender pengadaan Wellhead dan Xmass Tree di Pertamina Regional 1 dengan nilai kontrak sebesar Rp 43,73 miliar.
Direktur Sunindo Pratama, Freddy Soejandy mengungkapkan bahwa SUNI ditetapkan sebagai pemenang tender oleh Pertamina EP pada Jumat (24/7/2026).
Hasil ini merujuk pada Penunjukan Pemenang Tender No. 930/PHR70510/2026-S0, atas tender no. GX10061344A71A, Pengadaan Wellhead dan Xmass Tree di Pertamina Regional 1 dengan nilai kontrak sebesar Rp 43.737.810.000.
Baca Juga: Kesepakatan Kredit Sindikasi Semarak di Paruh Pertama 2026
Jangka waktu kontrak berlangsung selama 1 tahun, 4 bulan dan 50 hari kalender.
Freddy mengatakan, keberhasilan memenangkan tender ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional SUNI melalui penambahan proyek yang dikerjakan, serta berpotensi meningkatkan pendapatan dan profitabilitas selama 2026-2027.
"Selain itu, keberhasilan tersebut diharapkan memperkuat posisi Perseroan dalam memperoleh peluang proyek-proyek berikutnya," ungkap Freddy melalui keterbukaan informasi yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada Minggu (26/7/2026).
Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, SUNI membidik pendapatan senilai Rp 1,15 triliun sepanjang tahun 2026. Dari perolehan tersebut, SUNI memasang target untuk bisa membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 207,35 miliar.
Secara operasional dan bisnis, SUNI menargetkan bisa menjual sebanyak 21.851 ton produk Oil Country Tubular Goods (OCTG) sepanjang tahun ini. OCTG merupakan jenis pipa seamless yang digunakan di sumur minyak, gas alam, dan panas bumi sesuai standar API.
Baca Juga: Kontrak Baru dari Pertamina Jadi Katalis bagi SUNI, Analis Soroti Risiko Sahamnya
Sementara itu, SUNI menargetkan penjualan wellhead & x'mas tree bisa mencapai 142 unit sampai akhir tahun 2026. Adapun, penjualan produk wellhead & x'mas tree melonjak pada awal tahun ini.
SUNI menjual sebanyak 70 unit pada kuartal I-2026, berbanding penjualan 12 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














