kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tren Belanja Online Mulai Bergeser ke Model Interaktif dan Emosional


Selasa, 23 Desember 2025 / 22:42 WIB
Diperbarui Selasa, 23 Desember 2025 / 22:44 WIB
Tren Belanja Online Mulai Bergeser ke Model Interaktif dan Emosional
ILUSTRASI. Jualan via live streaming online (KONTAN/Muradi). Tren Belanja Online Bergeser ke Model Interaktif dan Emosional


Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Model belanja online di Indonesia memasuki fase baru. Bukan lagi semata adu harga atau kecepatan pengiriman, pelaku e-commerce kini memonetisasi pengalaman dan emosi konsumen lewat tren mystery box atau blind box konsep yang terbukti efektif meningkatkan engagement, repeat order, hingga eksposur organik di media sosial.

Mystery box menawarkan mekanisme sederhana: konsumen memilih kategori produk tanpa mengetahui isi detailnya. Ketidakpastian ini justru menjadi nilai jual utama.

Bagi platform dan penjual, format tersebut menciptakan daya tarik psikologis yang mendorong impuls buying sekaligus memperpanjang waktu interaksi pengguna.

Baca Juga: Waspada Penipuan Refund Belanja Online di Media Sosial, Ini Cara Aman Menghindarinya

Dari sisi bisnis, tren ini juga memunculkan efek turunan yang signifikan. Konten unboxing yang marak di TikTok, Instagram, hingga YouTube berfungsi sebagai promosi gratis berbasis user-generated content.

Satu transaksi dapat bertransformasi menjadi materi hiburan yang menjangkau audiens lebih luas, tanpa biaya pemasaran tambahan.

Produk yang dikemas dalam mystery box pun beragam, mulai dari mainan koleksi, fesyen, kosmetik, gadget, hingga barang edisi terbatas. Bagi penjual, format ini membuka ruang optimalisasi stok, pengenalan produk baru, hingga bundling barang bernilai berbeda dalam satu kemasan tanpa harus menjelaskan spesifikasi satu per satu.

Fenomena ini sejalan dengan tren shoppertainment yang berkembang di Korea Selatan, di mana belanja tidak lagi berdiri sebagai aktivitas transaksional, melainkan pengalaman hiburan. 

Dalam konteks Indonesia, karakter konsumen muda yang aktif di media sosial dan responsif terhadap pengalaman baru mempercepat adopsi model ini.

Baca Juga: Belanja Online AS Saat Cyber Week Tembus US$ 44,2 Miliar Berkat Diskon Besar

General Manager Gopang, Richard Irwan, menilai mystery box bukan sekadar menjual produk, tetapi menjual momen.

“Yang dicari konsumen bukan hanya barangnya, tetapi sensasi saat membuka kotak. Itu yang membuat mereka terlibat secara emosional,” ujarnya.

Menurut dia, dari sisi platform, satu mystery box bisa menghasilkan nilai lebih dari satu transaksi. Selain mendorong pembelian berulang, format ini meningkatkan kemungkinan konsumen membagikan pengalaman mereka, memperluas jangkauan merek secara organik.

Ke depan, tren mystery box diperkirakan tetap relevan seiring pergeseran perilaku belanja digital yang semakin berbasis pengalaman. Bagi pelaku e-commerce dan brand, konsep ini menjadi strategi diferensiasi di tengah pasar yang semakin padat dan kompetitif.

Baca Juga: Menurut Riset YouGov : Konsumen Belanja Online Tapi Paling Doyan Promo

Mystery box menegaskan satu hal: di era digital, nilai belanja tak lagi hanya ditentukan oleh produk, tetapi oleh **cerita dan pengalaman** yang menyertainya.

https://www.tribunnews.com/bisnis/7768364/kotak-misterius-dan-kebahagiaan-kecil-anak-muda-di-era-digital#google_vignette. 

Selanjutnya: RUPSLB SMGR Setujui Perubahan Anggaran Dasar dan Delegasi Persetujuan RKAP 2026

Menarik Dibaca: Tren Warna Rambut Earth Digemari, Miranda Hadirkan Produk Pewarna Rambut Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×