kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kino Indonesia (KINO) masih andalkan sektor personal care untuk dongkrak kinerja


Rabu, 29 Mei 2019 / 14:33 WIB
Kino Indonesia (KINO) masih andalkan sektor personal care untuk dongkrak kinerja


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) masih mengandalkan segmen pemeliharaan dan perawatan tubuh (personal care) dalam meningkatkan pendapatan perseroan. Pasalnya, segmen ini berkontribusi sekitar 50% pada pendapatan perusahaan pada 2018 dan sekitar 51% pada kuartal I 2019.

Direktur Kino Indonesia Budi Muljono mengatakan, pada 2018, kontribusi segmen personal care mencapai 50% yakni Rp 1,80 triliun. Kontribusi tersebut meningkat 23,28% dibandingkan 2017 yang sebesar 46% atau senilai Rp 1,46 miliar. 

Sementara untuk kuartal I 2019 kontribusinya sebesar 51% atau sebesar Rp 516 miliar. "Kami masih bisa memaksimalkan penjualan di sektor ini,"ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (29/5).. 

Sementara itu, sektor minuman menempati posisi kedua sebagai penyumbang terbesar penjualan KINO pada 2018 dan kuartal I 2019 yakni menempati porsi 38% atau setara Rp 360 miliar. Sektor penjualan ini meingkat 13,92% dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 316 miliar dan berkontribusi sekitar 30% dari total penjualan tahun lalu,

Dua segmen lainnya, yakni makanan dan makanan hewan serta farmasi mengikuti. Segmen makanan dan makanan hewan pada 2018 berkontribusi sebesar 7% pada pendapatan sebesar Rp 255 miliar. Angka tersebut menurun 45,39% dari tahun 2017, di mana segmen ini sempat menyumbang 10% di angka Rp 467 miliar.

Pada kuartal I 2019 porsi pendapatan segmen makanan dan makanan hewan melesu 9,27% di angka Rp 88 miliar dari tahun 2018 pada periode yang sama. Sementara pada kuartal I 2018, segmen ini berkontribusi 12% dengan pendapatan Rp 97 miliar.

Segmen farmasi merupakan yang terendah di antara keempatnya. Pada 2017 dan kuartal I 2018, segmen ini tidak mampu memberikan kontribusi signifikan, namun menyumbang sebesar Rp 4 miliar pada 2017 dan 2 miliar pada kuartal I 2018.

Pada 2018, kontribusi segmen farmasi menempati posisi 1% sebesar 27 miliar dan pada 2019 berkontribusi sebesar 4% di angka Rp 38 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×