kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Kino Indonesia (KINO) masih andalkan sektor personal care untuk dongkrak kinerja


Rabu, 29 Mei 2019 / 14:33 WIB
Kino Indonesia (KINO) masih andalkan sektor personal care untuk dongkrak kinerja


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) masih mengandalkan segmen pemeliharaan dan perawatan tubuh (personal care) dalam meningkatkan pendapatan perseroan. Pasalnya, segmen ini berkontribusi sekitar 50% pada pendapatan perusahaan pada 2018 dan sekitar 51% pada kuartal I 2019.

Direktur Kino Indonesia Budi Muljono mengatakan, pada 2018, kontribusi segmen personal care mencapai 50% yakni Rp 1,80 triliun. Kontribusi tersebut meningkat 23,28% dibandingkan 2017 yang sebesar 46% atau senilai Rp 1,46 miliar. 

Sementara untuk kuartal I 2019 kontribusinya sebesar 51% atau sebesar Rp 516 miliar. "Kami masih bisa memaksimalkan penjualan di sektor ini,"ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (29/5).. 

Sementara itu, sektor minuman menempati posisi kedua sebagai penyumbang terbesar penjualan KINO pada 2018 dan kuartal I 2019 yakni menempati porsi 38% atau setara Rp 360 miliar. Sektor penjualan ini meingkat 13,92% dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 316 miliar dan berkontribusi sekitar 30% dari total penjualan tahun lalu,

Dua segmen lainnya, yakni makanan dan makanan hewan serta farmasi mengikuti. Segmen makanan dan makanan hewan pada 2018 berkontribusi sebesar 7% pada pendapatan sebesar Rp 255 miliar. Angka tersebut menurun 45,39% dari tahun 2017, di mana segmen ini sempat menyumbang 10% di angka Rp 467 miliar.

Pada kuartal I 2019 porsi pendapatan segmen makanan dan makanan hewan melesu 9,27% di angka Rp 88 miliar dari tahun 2018 pada periode yang sama. Sementara pada kuartal I 2018, segmen ini berkontribusi 12% dengan pendapatan Rp 97 miliar.

Segmen farmasi merupakan yang terendah di antara keempatnya. Pada 2017 dan kuartal I 2018, segmen ini tidak mampu memberikan kontribusi signifikan, namun menyumbang sebesar Rp 4 miliar pada 2017 dan 2 miliar pada kuartal I 2018.

Pada 2018, kontribusi segmen farmasi menempati posisi 1% sebesar 27 miliar dan pada 2019 berkontribusi sebesar 4% di angka Rp 38 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×