kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

KMI Wire and Cable (KBLI) berencana tingkatkan pasar ekspor kabel


Rabu, 19 Juni 2019 / 22:27 WIB
KMI Wire and Cable (KBLI) berencana tingkatkan pasar ekspor kabel

Reporter: Kenia Intan | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kabel, PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) berencana meningkatkan pasar ekspor. Tercatat sejauh ini, pasar ekspor baru berkontribusi sebesar 2% dari total penjualan.

" Kami mencari pasar baru dengan mengikuti pameran-pameran, melalui departemen luar negeri karena biasanya mereka punya program pengembangan pasar di negara tertentu," kata Direktur Pemasaran KMI Wire and Cable, Dede Suhendra dalam paparan publik, Rabu (19/6).


Diakui Dede, berkecimpung di pasar ekspor memang berat, tingkat kompetisi di pasar global sangat tinggi. Di Indonesia, persaingan mungkin hanya kurang lebih dengan 60 produsen kabel. Sementara di luar negeri, masuk pasar China misalnya, persaingan sampai degan 4000 produsen.

Adapun dari total penjualan KBLI, pasar ekspor baru berkontribusi kurang lebih 2%. Dari bagian kecil tersebut, 80% penjualan diserap oleh negara-negara di Asia Tenggara. Beban transportasi ke negara-negara Asia Tenggara lebih murah karena lebih dekat, sehingga harga produk pun bisa lebih kompetitif.

Salah satu negara yang sudah disetor oleh produk kabel KBLI adalah Vietnam. Sekadar informasi, di tahun 2018 KLBI sudah memasok produk kabel ACCC ke Vietnam. Pengembangan kabel dengan nama ACCC-ULS Mahakam itu berhasil dipasang menyeberangi sungai dengan bentang 1.248 meter di jalur 220kV Cao Lanh.

Sementara itu, 20% penjualan lainnya diserap oleh pasar di Asia Tenggara seperti Timur Tengah. Dede bilang, terkait sasaran pasarnya KBLI memang akan lebih banyak menyasar negara berkembang dan negara yang tengah membangun jaringan seperti negara pasca perang di Timur Tengah.

Walupun perusahaan menyampaikan salah satu strateginya adalah menjual produk secara ekspor, hingga saat ini KBLI masih ingin fokus di sektor domestik.

"Pasar ekspor merupakan startegi perusahaan di mana perusahaan akan mengarah ke sana nantinya. Akan tetapi, untuk saat ini perusahaan akan memenuhi permintaan pasar domestik masih tinggi," kata Direktur Keuangan KMI Wire and Cable, Gabriela Lili. 

Berdasarkan hasil paparan publik, di kuartal I-2019 penjualan dari sektor swasta berkontribusi 53%, sektor non swasta 46%. Sisanya adalah pasar ekspor. Sementara dilihat dari produk penjualannya, perusahaan masih disokong oleh produk kabel low votage yang berkontribusi hingga 62% sepanjang kuartal I 2019.

Untuk pengembangan usahanya di 2019, KBLI mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 147 miliar. Pendanaan tersebut digunakan untuk pergantian dan penambahan mesin. "Hingga saat ini baru terserap 10%," kata Gabriela Lili.

Ia menambahkan, penyerapan masih terhitung kecil karena pergantian mesin memakan waktu untuk pemesanan. Adapun pendanaan berasal dari internal perusahaan dan pinjaman.




TERBARU

Close [X]
×