kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Kolaborasi Lintasarta dan Starlink Bikin Akses Internet Satelit Tumbuh 400%


Selasa, 06 Januari 2026 / 22:38 WIB
Diperbarui Selasa, 06 Januari 2026 / 22:40 WIB
Kolaborasi Lintasarta dan Starlink Bikin Akses Internet Satelit Tumbuh 400%
ILUSTRASI. Lintasarta Perkuat ekosistem AI Nasional (dok/Lintasarta)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jalinan kerjasama Lintasarta bersama Starlink, layanan internet berbasis teknologi satelit orbit rendah dari SpaceX semakin kuat. Kolaborasi ini dimaksudkan untuk mempercepat akses digital sekaligus membangun fondasi kedaulatan digital.

Kerjasama ini ditandai dengan kunjungan jajaran pimpinan SpaceX ke Indonesia pada Desember 2025 lalu. Sementara penandatanganan kerja sama telah dilakukan sejak Agustus tahun 2024. Lintasarta perkembangan kerjasama ini cukup pesat karena dalam kurun satu tahun terakhir  layanan Starlink yang dikelola Lintasarta tumbuh lebih dari 400%.

Peningkatan ini berkat adopsi penggunaan saat sektor industri, pemerintahan, serta wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Menurut Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta Zulfi Hadi menjelaskan, adopsi Starlink ini mencerminkan kebutuhan nyata terhadap konektivitas yang cepat, andal, aman dan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit terhubung.

Baca Juga: Lintasarta Genjot Optimalisasi Layanan AI di Era Digitalisasi

“Kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia. Kami memastikan teknologi diterapkan dengan tata kelola yang kuat, keamanan yang terjaga, serta manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Zulfi dikutip dalam rilis Selasa 6 Januari 2026.

 Zulfi menambahkan kolaborasi dengan Starlink menjadi bagian penting dalam penguatan posisi Lintasarta sebagai AI Factory dalam Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, yang dibangun di atas empat pilar utama: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Keempat pilar tersebut terintegrasi untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan korporasi, industri, dan institusi nasional dalam membangun ekosistem digital berbasis kecerdasan artifisial(AI) yang berdaya saing global.

Lintasarta memposisikan kolaborasi ini sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur digital nasional melalui penyediaan layanan berstandar enterprise. Layanan Starlink diintegrasikan dengan infrastruktur cloud, cybersecurity, dan serta ekosistem kolaborasi AI (AI collaboration ecosystem) milik Lintasarta. “Kami tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi membangun fondasi transformasi digital yang aman dan berkelanjutan bagi Indonesia.” Kata Zulfi.

Director of Commercial Sales SpaceX, Andrew Matlock, menegaskan komitmen Starlink untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur digital Indonesia melalui kolaborasi jangka panjang bersama Lintasarta.

“Indonesia memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem digital kawasan. Bersama Lintasarta, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital nasional dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Andrew.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem AI, Lintasarta Umumkan 10 Startup Terbaik Semesta AI 2025

Melalui pendekatan managed service, Lintasarta memastikan seluruh layanan Starlink beroperasi dengan standar industri terbaik, mencakup keandalan jaringan, keamanan data, serta kepatuhan terhadap regulasi nasional.

Pendekatan ini juga merefleksikan komitmen Lintasarta terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan, keselamatan, serta perlindungan masyarakat. Hal ini terbukti saat terjadi bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, di mana kolaborasi Lintasarta dan Starlink memungkinkan pemulihan jaringan operator seluler serta pelanggan korporasi dapat melakukan pemulihan jaringan secara signifikan lebih cepat.

Dengan kemampuan deployment yang cepat dan tidak bergantung pada infrastruktur terrestrial, konektivitas darurat dapat segera dihadirkan untuk mendukung keselamatan masyarakat, keberlangsungan layanan publik, serta keberlanjutan operasional bisnis pelanggan.

Seiring meningkatnya kebutuhan industri akan konektivitas berkapasitas tinggi untuk pengembangan AI, analitik data, dan otomasi bisnis, Lintasarta menempatkan kolaborasi dengan Starlink sebagai elemen strategis dalam percepatan transformasi digital lintas sektor.

“Kami ingin teknologi tidak hanya hadir, tetapi benar-benar memberdayakan Indonesia, menciptakan pemerataan peluang, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif,” tutup Zulfi. 

Ke depan, Lintasarta dan Starlink akan terus memperluas jangkauan layanan nasional serta mengeksplorasi inisiatif kolaboratif untuk mendukung sektor strategis, mulai dari industri, layanan publik, pendidikan, hingga kesehatan, dalam semangat Empowering Indonesia untuk visi besar Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Lintasarta Luluskan Talenta AI Siap Kerja Lewat Program Laskar AI

Selanjutnya: Fintech Lending Maucash Tutup Bisnis, Ini Kata Pengamat

Menarik Dibaca: Jadwal Sassuolo vs Juventus di Serie A, Rabu 7 Januari 2026: Jay Idzes Main?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×