kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel Siap Ambil Peluang


Minggu, 26 April 2026 / 15:04 WIB
Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel Siap Ambil Peluang
ILUSTRASI. Telkomsel Optimalkan Tambahan 20 MHz Frekuensi 2,3 GHz untuk Akselerasi Pemerataan Akses Broadband d (Dok/Telkomsel)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Telkomsel menyambut positif rencana lelang frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Lelang ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan kebijakan tersebut akan mendukung perluasan layanan broadband yang lebih cepat, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Kami memandang langkah ini sebagai bagian penting dalam memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional dan memperluas akses layanan broadband yang cepat, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Abdullah kepada Kontan, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Terus Dievaluasi, Kondisi Selat Hormuz Jadi Penentu

Abdullah menjelaskan bahwa Telkomsel berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital nasional. Terlebih, Telkomsel adalah operator digital yang terdepan.

"Kami terus melakukan persiapan teknologi dan pengembangan infrastruktur agar spektrum baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan layanan yang relevan dan berdampak," kata Abdullah.

Lebih lanjut, Abdullah berharap proses lelang tersebut berjalan dengan baik dan produktif. Karena tujuannya, agar pemanfaatan spektrum frekuensi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi industri dan memperkuat daya saing sektor digital.

"Tetapi juga turut menunjang upaya menjaga kesehatan industri dan investasi secara berkelanjutan," beber Abdullah.

Sehingga, langkah lelang tersebut akan mendukung target strategis Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi secara inklusif dan berkesinambungan.

Sebelumnya, Kementerian Komunukasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan melelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2026.

Dalam keterangan resmi Kementerian Komdigi, langkah strategis ini diambil sebagai upaya dalam mengoptimalisasi sumber daya spektrum frekuensi.

Hal itu dilakukan karena Pemerintah RI ingin mendorong perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas layanan mobile broadband di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Oakwood Sanur Bali Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung pada 2028

Adapun proses seleksi ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025–2029.

"Tujuannya adalah untuk memberikan tambahan ketersediaan spektrum bagi penyelenggara seluler guna mempercepat pemerataan akses internet berkualitas bagi masyarakat," bunyi keterangan resmi Kementerian Komdigi, dikutip Jumat (24/4/2026).

Adapun objek pita frekuensi radio yang ditawarkan oleh Kementerian Komdigi meliputi, Pita Frekuensi 700 MHz: Rentang 703–738 MHz (uplink) berpasangan dengan 758–793 MHz (downlink) dengan total lebar pita sebesar 70 MHz (2x35 MHz) dan Pita Frekuensi 2,6 GHz: Rentang 2500–2690 MHz dengan total lebar pita sebesar 190 MHz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×