kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Simak Strategi Minahasa Membangun (HBAT) Genjot Kinerja di Tahun 2026


Kamis, 11 Juni 2026 / 17:54 WIB
Simak Strategi Minahasa Membangun (HBAT) Genjot Kinerja di Tahun 2026
ILUSTRASI. PT Minahasa Membangun Hebat Tbk HBAT (Dok/HBAT)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengembang properti PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) memproyeksi, industri properti masih menghadapi tantangan sepanjang 2026. Hal itu seiring belum minat beli masyarakat yang belum pulih secara penuh.

Direktur Utama HBAT Go Ronny Nugroho mengatakan, kondisi ini dipengaruhi oleh daya beli yang masih terbatas serta meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian properti.

Meski demikian, Ronny melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama pada segmen hunian rumah tapak.

“Segmen hunian rumah tapak menawarkan nilai tambah seperti konsep ramah lingkungan dan fitur yang mendukung fleksibilitas aktivitas,” ujar Ronny dalam paparan publik secara daring, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Masih Dikaji, Maskapai Gunakan Fuel Surcharge

Menurutnya, segmen rumah tapak saat ini masih menjadi primadona dibandingkan sektor properti lainnya, terlebih dengan adanya dukungan pemerintah melalui berbagai insentif, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Untuk menjaga kinerja di tengah tantangan tersebut, HBAT menjalankan sejumlah strategi, antara lain mempercepat penyelesaian unit yang telah memasuki tahap akhir pembangunan tanpa mengabaikan kualitas.

Selain itu, HBAT juga mengoptimalkan perencanaan dan konstruksi proyek baru agar lebih efisien serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Penguatan strategi pemasaran menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan daya tarik produk sekaligus mendorong penjualan,” tambah Ronny.

Di tengah persaingan industri yang ketat, HBAT juga mengedepankan inovasi produk, pemanfaatan insentif pemerintah, transformasi digital, serta penguatan aspek legalitas dan transparansi.

Baca Juga: Lautan Luas Gandeng Transfar untuk Perkuat Industri Powder Coating di Indonesia

Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 HBAT membukukan penjualan sebesar Rp 24,53 miliar atau mencapai 33,6% dari target Rp 73,02 miliar.

Sementara itu, Direktur Keuangan HBAT Andrie Rianto bilang, laba komprehensif perusahaan mencapai Rp 2,7 miliar di tahun lalu.

“Penurunan penjualan dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, suku bunga kredit yang masih tinggi, serta kecenderungan konsumen menunda pembelian,” jelas Andrie.

Selain itu, meningkatnya selektivitas konsumen dan ketatnya persaingan industri turut menekan penjualan HBAT.

 

Dari sisi neraca, aset HBAT tercatat meningkat menjadi Rp 84,6 miliar pada 2025 dari Rp 82,1 miliar pada 2024. Sementara liabilitas turun menjadi Rp 3,5 miliar dari Rp 3,7 miliar, dan ekuitas naik menjadi Rp 81,2 miliar dari Rp 78,3 miliar.

Andrie menambahkan, tekanan terhadap laba juga dipengaruhi oleh volatilitas harga bahan bangunan yang berada di luar kendali perseroan.

“Meski demikian, kami tetap menerapkan pengelolaan biaya yang prudent sehingga perseroan masih mampu mencatatkan laba,” ujarnya.

Sepanjang 2025, HBAT juga telah merealisasikan seluruh dana hasil IPO, yang antara lain digunakan untuk pembelian landbank, pembangunan fasilitas, serta modal kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×