kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.590   37,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Komoditas gambir jadi alternatif pembiayaan bagi Koperasi dan UKM


Jumat, 23 Februari 2018 / 19:36 WIB
Sri Istiati, Asisten Deputi Pengembangan Investasi Usaha Kemenkop UKM di Bukittinggi


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

Kepala Bagian Pengawasan SRG Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Sukardi memaparkan Program SRG menawarkan Skema Subsidi Resi Gudang (SSRG) yang dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi petani, kelompok tani (Poktan), koperasi dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

"Bahkan, keberadaan hasil panen di gudang SRG bisa menjadi bantuan pembiayaan bagi petani. Dengan dokumen resi gudang bisa dijadikan sebagai jaminan kredit di bank. Resi gudang ini sama berharganya dengan sertifikat tanah, dan surat berharga lainnya," terangnya.

Resi Gudang juga bisa dialihkan atau diperjualbelikan di pasar lelang. Bahkan, Resi Gudang ini bisa dilelang secara online yang bisa diakses oleh siapa saja. Bisa juga dijadikan jaminan kredit, dan dijadikan bukti untuk mengambil barang di gudang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri sudah mengajukan komoditas gambir masuk Resi Gudang kepada Bappebti agar harga komoditas tersebut lebih stabil. Pengajuan ini pun membuahkan hasil karena gambir kini menjadi komoditas Resi Gudang.

Produk tersebut dinilai harus masuk resi gudang karena merupakan salah satu produk unggulan Sumbar yang harganya terus mengalami fluktuasi di pasaran. Dengan demikian, diperlukan intervensi Pemerintah agar harganya tidak bergejolak di tingkat petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×