Reporter: Tantyo Prasetya | Editor: Rizki Caturini
JAKARTA. Ericsson melangsungkan demo koneksi teknologi 5G yang pertama di Indonesia dengan dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara. Dalam demo koneksi 5G tersebut, Ericsson menyajikan 5G test bed, 5G New Radio (NR), dan video streaming beresolusi 4K secara live. Berdasarkan pengujian, test bed radio 5G mencapai kecepatan puncak donwlink hingga 5,3Gbps dengan latensi serendah 3ms.
Rudiantara menyatakan, percepatan digitalisasi telah menjadi prioritas utama Indonesia karena kontribusinya dalam perwujudan visi pemerintah Nawacita. Ini berfokus ke sembilan bidang utama untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang maju.
"Saat ini fokus perkembangan sektor komunikasi dan informatika adalah percepatan pembangunan broadband di seluruh wilayah Indonesia, serta menciptakan ekosistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sehat guna mendukung pertumbuhan industri-industri lainnya dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," terang Rudiantara.
Salah satu industri yang diuntungkan jika hadirnya koneksi 5G di masa depan tentunya datang dari operator telekomunikasi. Bersasarkan laporan terbaru dari The 5G potential – Industry digitalization and the untapped opportunities for operators, memberikan proyeksi kepada para operator telekomunikasi dalam menangani digitalisasi industri. Laporan ini memperkirakan laba potensial sebanyak US$ 582 miliar dollar pada tahun 2026. Artinya, ada kemungkinan untuk menambah 34% pertumbuhan laba pada operator.
Thomas Jul, Presiden Direktur Ericsson Indonesia dan Timor Leste mengatakan, ke depannya jaringan koneksi yang cepat akan memberi segala kemudahan, seperti layanan video streaming dengan kualitas 4K. Maka dari itu, jaringan dengan kecepatan tinggi akan menjadi kebutuhan utama. Efeknya bagi operator, 5G berpotensi untuk mendorong pertumbuhan pemasukan sebanyak 34% di 2026.
"Konsumen akan menikmati aplikasi baru seperti augmented reality dan video streaming," tambah Thomas.
Secara global, Ericsson memiliki 27 MoU operator, 12 partner industri, menjalin lebih dari 20 universitas dan institut penelitian untuk koneksi 5G. Ericsson juga menjalin kerja sama dengan industri besar seperti ABB, SKF, Boliden, Volvo, Zucchetti, BMW, dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













