kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Konflik Iran-Israel Pecah, Harga BBM Bakal Naik?


Rabu, 17 April 2024 / 07:20 WIB
Konflik Iran-Israel Pecah, Harga BBM Bakal Naik?
ILUSTRASI. Konsumen mengisi Bahan Bakar Minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jakarta Timur, Jumat (2/2/2024). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/02/02/2024


Reporter: Rashif Usman | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal balistik terhadap Israel pada Sabtu (13/4) malam sebagai misi balasan atas serangan udara pada 1 April lalu.  Serangan tersebut dinilai bakal menimbulkan dampak perekonomian global dan dikhawatirkan akan mengerek harga minyak global.

Meski harga minyak global memanas, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan naik hingga Juni tahun ini. 

"Sampai Juni (harga BBM) tidak naik itu sudah statement dari pemerintah," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (16/4).

Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah akan memonitor terkait dampak serang Iran ke Israel terhadap ekonomi Indonesia dalam satu hingga dua bulan ke depan. Untuk pemberian subsidi energi pun, kini pemerintah masih memantau eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Menteri ESDM: Eskalasi di Timur Tengah dapat Berdampak ke Harga BBM

"Kita melihat berbagai skenario (subsidi energi), tetapi saat ini kita monitor dulu situasi tidak boleh over reacting. Kita melihat 1-2 bulan situasinya, kalau tidak ada eskalasi konflik kita harap harga minyak bisa flatten, tetapi kalau ada eskalasi tentu berbeda," ujarnya.

Terkait indeks rupiah, Airlangga menerangkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah lebih baik bila dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara lainnya, seperti Malaysia dan China.

"Kalau kita bandingkan dengan berbagai negara lain, relatif tentunya lebih baik dari Malaysia dan juga China. Yang lebih baik dari kita salah satunya won Korea Selatan dan baht Thailand. Kita bukan yang terdampak tinggi, tapi banyak negara yang lebih terdampak dari kita karena fundamental ekonomi kita relatif baik," tuturnya.

Lebih lanjut, Airlangga berharap Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga dan harga minyak. Selain itu, Indonesia wajib menjaga serta mempertahankan aliran modal di dalam negeri.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga LPG Hingga BBM

Hal ini dilakukan dengan penerapan reformasi struktural untuk menjaga aliran modal itu.

"Pertumbuhan (ekonomi) harus kita jaga dan delivery PSN (Proyek Strategis Nasional) bisa dicapai hingga akhir tahun. Kita harus bekerja lebih keras karena dunia tidak baik-baik saja," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×