kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 593,3 Miliar di World of Coffee 2026 AS


Senin, 15 Juni 2026 / 19:29 WIB
Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 593,3 Miliar di World of Coffee 2026 AS
ILUSTRASI. Biji Kopi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk kopi Indonesia berhasil menarik minat pasar internasional pada ajang World of Coffee (WoC) 2026 yang berlangsung di San Diego, Amerika Serikat (AS), pada 10-12 April 2026.

Melalui partisipasi pada pameran tersebut, Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar US$ 34,3 juta atau setara Rp 593,3 miliar.

Baca Juga: Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027

Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi mengatakan, capaian tersebut berasal dari berbagai produk kopi Indonesia, mulai dari biji kopi mentah (green beans), kopi sangrai (roasted coffee), hingga produk turunan kopi lainnya.

"Capaian ini belum termasuk berbagai penjajakan dari permintaan informasi (business inquiries) yang berpotensi berkembang menjadi kontrak dagang dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Menurut Ranitya, keikutsertaan Indonesia dalam WoC 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi kopi nasional di pasar AS.

Ia menilai kehadiran Paviliun Indonesia menjadi semakin strategis di tengah dinamika kebijakan perdagangan AS yang kian kompleks.

"World of Coffee 2026 menjadi titik temu pelaku industri kopi Indonesia dengan pasar AS untuk menavigasi kebijakan tarif serta peningkatan standar keamanan pangan," jelasnya.

Baca Juga: Asperindo Ungkap Pajak Jadi Salah Satu Penyebab Tingginya Biaya Logistik Nasional

Selain itu, partisipasi Indonesia dinilai mampu menjawab tuntutan pasar AS yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, transparansi, dan keterlacakan (traceability) produk kopi.

Selama tiga hari penyelenggaraan pameran, Paviliun Indonesia memfasilitasi berbagai kegiatan promosi dan penjajakan bisnis, mulai dari pertemuan business-to-business (B2B), coffee cupping, coffee tasting, hingga diskusi dengan pelaku industri kopi global.

Paviliun Indonesia juga menghasilkan sejumlah peluang kerja sama yang akan ditindaklanjuti setelah pameran. Di antaranya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) antara Gravfarm Indonesia dan Beaneka Coffee, serta KBF International Group dan Cartel Coffee Lab.

Mengusung tema "Indonesia: Home of the Finest Coffee", paviliun Indonesia dirancang sebagai ruang interaksi yang menghubungkan pelaku usaha kopi Indonesia dengan pembeli internasional.

Konsep tersebut menampilkan area coffee cupping, etalase produk terkurasi, materi promosi berbasis storytelling yang mengangkat peran petani dan keragaman asal kopi Indonesia, serta area pertemuan bisnis dan jejaring.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Proyek, WIKA Perkuat Strategi Mitigasi

"Tema ini merepresentasikan keunggulan Indonesia melalui keragaman varietas, ekosistem, dan profil cita rasa kopi dari berbagai daerah. Sekaligus menegaskan komitmen terhadap aspek keberlanjutan dan keterlacakan produk," tambah Ranitya.

Sebanyak 12 peserta turut berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia, terdiri dari petani, koperasi, eksportir, agregator, pemilik kafe, hingga penyangrai (roaster).

Mereka antara lain Indonesian House of Beans (IHOB), Sulotco, Gravfarm Indonesia, Muniru Coffee, SCAI, Sundanika, Beaneka Coffee, Q.Co, Javanese Coffee, Kela Coffee, Distira, dan APP-Charta Global.

Adapun produk yang dipamerkan mencakup berbagai jenis biji kopi unggulan Indonesia, seperti Gayo, Mandheling, Lintong, Java Preanger, Java Estate, Toraja, Kintamani, dan Flores Bajawa.

Baca Juga: Anggaran Infrastruktur ESDM Tembus Rp 22,47 Triliun, Bahlil Jelaskan Rinciannya!

Selain biji kopi mentah, peserta juga menampilkan kopi sangrai, specialty blends, coffee capsule, serta produk pendukung industri kopi seperti gula aren dan gelas kertas untuk kebutuhan kafe maupun ritel kopi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×