Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman menegaskan kerja sama ini bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan pilar strategis dalam membangun industri petrokimia nasional yang mandiri dan berdaya saing.
Menurut Taufik, sinergi KPI dan Polytama memperkuat keamanan dan efisiensi rantai pasok melalui pasokan propilena dari Kilang Balongan yang didukung kedekatan geografis, serta potensi pengembangan suplai dari kilang lain seperti Cilacap dan Balikpapan.
“Kolaborasi ini juga memberikan multiplier effect, mulai dari penguatan industri manufaktur, substitusi impor, penciptaan lapangan kerja, hingga pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Jawa Barat,” ujar Taufik.
Baca Juga: Pelaku Industri Masih Wait and See, IKI Desember 2025 Melambat ke Level 51,90
Ia menambahkan, kerja sama tersebut menegaskan komitmen KPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Inovasi produk Polytama melalui merek Masplene, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta capaian PROPER EMAS menjadi bukti bahwa industri petrokimia nasional mampu tumbuh kompetitif dan bertanggung jawab.
Penandatanganan pembaruan perjanjian kerja sama KPI dan Polytama berlangsung di Jakarta pada Senin (29/12) dan dihadiri jajaran direksi KPI, Polytama, TubanPetro, serta para konsumen Polytama.
Selanjutnya: IHSG Menguat Tipis di Akhir Perdagangan 2025, Awal 2026 Berpotensi Konsolidasi
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (31/12)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













