kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

KPPU telusuri harga avtur lebih mahal 15%


Senin, 29 September 2014 / 17:10 WIB
KPPU telusuri harga avtur lebih mahal 15%
Nasihat Warren Buffett Saat Sejumlah Perbankan di AS Kolaps


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah melakukan kajian terkait mahalnya harga jual avtur atau bahan bakar pesawat oleh PT Pertamina (Persero), dibandingkan negara lainnya, seperti Singapura dan Malaysia.

Tercatat, Pertamina saat ini merupakan penjual tunggal avtur di dalam negeri, maskapai penerbangan membeli avtur dengan harga yang lebih tinggi sekitar 15% dari harga jual avtur di negara Asia lainnya.

"Harga avtur yang mahal ini, apakah karena monopoli atau faktor lainnya, sehingga kita kaji terlebih dahulu penyebabnya," kata Direktur Pengkajian, Kebijakan, dan Advokasi KPPU, Taufik Ahmad di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (29/9).

Menurutnya, KPPU telah meminta keterangan dari beberapa perwakilan maskapai yang berada di dalam Indonesia National Air Carriers Association dan PT Pertamina. Ke depannya, dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan BPH Migas.

Lebih jauh Taufik mengatakan, adanya penilaian mahalnya harga avtur karena terkait dengan fee konsesi dan penerapan pajak BBM dari BPH Migas, KPPU pun melakukan kajian dua faktor tersebut. Adapun, fee konsesi merupakan penugasan langsung pemerintah terhadap perusahaan negara seperti bandara dan pelabuhan.

Hal ini sudah sesuai dengan UU penerbangan dan pelabuhan yang menyebutkan operator diberikan hak konsesi. "Jadi kita kaji keduanya juga," katanya. (Seno Tri Sulistiyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×