kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

KPPU Tengarai Ada Kartel di Industri Gula


Senin, 01 Maret 2010 / 15:21 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Test Test


JAKARTA. Industri gula memiliki masalah yang pelik. Mulai dari harga, pasokan hingga distribusinya. Itu sebabnya, Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Didik Akhmadi meminta pemerintah untuk mengubah kebijakan tentang gula nasional.

Kebijakan gula perlu diubah karena Didik menganggap sistem kebijakan gula nasional saat ini berpotensi menjadi permainan kelompok bisnis tertentu alias kartel. ”Pelaku bisnis gula diluar negeri dan dalam negeri itu sudah berkomunikasi dan menyepakati tentang tingkat harga dan kuota,” jelas Didik kepada KONTAN.

Didik menyatakan, cara yang ditempuh pebisnis itu dilakukan untuk mencari keuntungan yang optimal dan mengorbankan konsumen di dalam negeri yang harus membeli gula dengan harga tinggi.

Didik mengaku masuh mengumpulkan data-data untuk mengungkap upaya kartel yang dilakukan para pelaku bisnis gula tersebut. Dugaan kartel dalam bisnis gula di Indonesia itu tidak hanya melibatkan pebisnis dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. ”Ini perlu dikembangkan instrumen investigasinya,” jelas Didik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×